Tijjani Reijnders Setuju Pindah ke Al Qadsiah dengan Nilai Transfer €61 Juta, AC Milan Turut Diuntungkan

Ringkasan

Tijjani Reijnders setuju pindah dari Manchester City ke Al Qadsiah Arab Saudi senilai €61 juta. AC Milan turut diuntungkan lewat klausul jual kembali.

6 menit baca
Reviewed by Eko Nugroho

Gelandang internasional Belanda Tijjani Reijnders telah memberikan lampu hijau untuk kepindahannya dari Manchester City ke klub Arab Saudi Al Qadsiah dengan nilai transfer sekitar €61 juta (£52 juta / $70,1 juta), berdasarkan laporan dari BBC Sport, ESPN, dan transfer spesialis Goal.com yang dikonfirmasi pada 16-17 Agustus 2026. Kesepakatan ini juga memberikan keuntungan finansial bagi AC Milan melalui klausul jual kembali dari transfer sebelumnya.

Menurut laporan BBC Sport, Manchester City dan Al Qadsiah pertama kali mencapai kesepakatan antar klub pada sekitar 13 Agustus 2026. Namun, perkembangan krusial terjadi pada 16 Agustus 2026 ketika Reijnders — yang berusia 28 tahun — secara pribadi menyatakan setuju atas tawaran tersebut. Dokumen kini tengah dipertukarkan antar pihak menjelang penandatanganan resmi dan pemeriksaan medis yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Spesialis transfer Fabrizio Romano, dikutip oleh Goal.com, menegaskan: “Hari ini Reijnders tidak ikut latihan dan, pada tahap ini, ia telah memilih untuk mengatakan ya kepada klub Arab Saudi. Manchester City menerima penawaran tertulis dari Al Qadsiah pagi ini senilai €61 juta dan menerimanya… yang juga menyenangkan AC Milan.”

Perjalanan Reijnders: Dari AC Milan ke Manchester City, Kini ke Arab Saudi

Tijjani Reijnders lahir pada 29 Juli 1998 di Bergen op Zoom, Belanda. Ia merupakan gelandang tengah berbakat yang dikenal atas kemampuannya mendistribusikan bola, pressing tinggi, dan jangkauan tembakan dari luar kotak penalti. Reijnders memulai karier profesionalnya di AZ Alkmaar sebelum hijrah ke AC Milan pada musim panas 2023 dengan nilai transfer sekitar €20 juta.

Di San Siro, ia berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik Serie A dan menjadi bagian penting dari skuad Milan. Penampilannya yang konsisten menarik minat Manchester City, yang mengakuisisinya dari AC Milan pada musim panas 2025 dengan nilai sekitar £46,5 juta. Namun, di Etihad Stadium, Reijnders kesulitan menemukan tempat utama di bawah manajer baru City, dan waktu bermainnya berkurang signifikan sepanjang musim 2025-26.

Untuk informasi lebih lanjut tentang dinamika transfer pasar Eropa saat ini, baca juga artikel kami tentang Amorim dan masa depan Rafael Leão di AC Milan serta situasi Marcus Rashford di Manchester United.

Detail Kesepakatan: Angka €61 Juta dan Struktur Transfer

Berdasarkan data dari berbagai sumber otoritatif, berikut adalah rincian lengkap kesepakatan transfer Reijnders:

DetailInformasi
PemainTijjani Reijnders (28 tahun, Belanda)
DariManchester City (Premier League)
KeAl Qadsiah (Saudi Pro League)
Nilai Transfer€61 juta / £52 juta / $70,1 juta
Kesepakatan Antar Klub~13 Agustus 2026
Persetujuan Pemain16 Agustus 2026
StatusDokumen sedang dipertukarkan, menunggu medis
Keuntungan AC MilanYa (melalui klausul jual kembali)

ESPN melaporkan bahwa: “Manchester City telah menyepakati kesepakatan dengan Al Qadsiah untuk gelandang Tijjani Reijnders dengan biaya £52 juta ($70,1 juta)… syarat personal hampir disepakati dan transfer akan diselesaikan setelah pemain berusia 28 tahun itu menjalani pemeriksaan medis.”

Footballer leaving training ground ahead of major transfer deal

AC Milan Diuntungkan: Klausul Jual Kembali Bekerja

Salah satu aspek paling menarik dari transfer ini adalah keterlibatan finansial AC Milan. Ketika Manchester City membeli Reijnders dari Milan pada 2025, kontrak tersebut menyertakan klausul jual kembali (sell-on clause) yang berarti Milan berhak mendapat persentase dari setiap penjualan Reijnders di masa depan.

Goal.com mengonfirmasi bahwa struktur kesepakatan saat ini “juga menyenangkan AC Milan” — artinya klub Italia tersebut akan menerima pembayaran tambahan dari nilai €61 juta yang diterima Manchester City. Ini merupakan contoh bagaimana klausul protektif dalam kontrak transfer modern dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi klub penjual asli.

Menurut Transfermarkt, penjualan ini juga akan menempatkan Manchester City di posisi teratas dalam peringkat penjualan ke Saudi Pro League, mencerminkan tren lebih luas di mana klub-klub Eropa semakin memanfaatkan liga Arab Saudi sebagai pasar ekspor pemain bernilai tinggi.

Gelombang Besar: Saudi Pro League Terus Ekspansi

Kepindahan Reijnders ke Al Qadsiah merupakan bagian dari tren yang lebih besar di mana Saudi Pro League semakin agresif dalam merekrut pemain kelas dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, liga ini telah menarik nama-nama seperti Cristiano Ronaldo (Al Nassr), Neymar (Al Hilal), dan sejumlah pemain bintang dari liga-liga top Eropa.

Al Qadsiah sendiri merupakan salah satu klub Saudi yang tengah dalam proses pembangunan ambisius. Dengan merekrut Reijnders — seorang pemain internasional Belanda yang masih dalam usia prima di 28 tahun — klub ini menunjukkan keseriusan untuk bersaing di level tertinggi. Gaji yang ditawarkan dilaporkan jauh melampaui standar Eropa, meskipun angka pasti belum diungkap secara resmi oleh pihak manapun.

Sumber dari Detik Sport juga melaporkan bahwa total gaji yang akan diterima Reijnders selama kontraknya di Arab Saudi diperkirakan mencapai nominal yang setara dengan Rp 2 triliun — sebuah angka yang mencerminkan betapa besarnya daya tarik finansial liga Arab Saudi bagi pemain-pemain top Eropa.

Reaksi Pasar: Dampak bagi Manchester City

Bagi Manchester City, penjualan Reijnders dengan nilai €61 juta memberikan keuntungan finansial yang signifikan. City membeli pemain tersebut dari Milan dengan harga sekitar £46,5 juta — artinya jika penjualan ini selesai, City akan mencatat keuntungan bersih di atas £5 juta dari transaksi ini, belum termasuk biaya operasional.

Lebih penting lagi, dana segar ini memungkinkan City untuk bergerak di bursa transfer akhir musim panas 2026. Sebelumnya dilaporkan bahwa City sedang mengejar sejumlah target transfer, dan penjualan Reijnders akan membuka ruang finansial yang dibutuhkan. Yardbarker melaporkan bahwa kepindahan Reijnders ke Al Qadsiah juga “membuka jalan bagi Bouadi” — mengindikasikan bahwa City berencana menggunakan dana tersebut untuk merekrut pemain muda baru.

Situasi Reijnders di City memang tidak ideal. Sejak bergabung, ia jarang menjadi pilihan utama pelatih, dan dengan bursa transfer musim panas ini hampir berakhir, keputusan untuk pindah ke Saudi tampaknya menjadi solusi terbaik bagi semua pihak. Baca juga bagaimana pemain-pemain lain menghadapi tantangan serupa dalam artikel kami tentang masa depan Marcus Rashford.

Pandangan Ke Depan: Apa Selanjutnya?

Dengan dokumen yang kini sedang dipertukarkan, transfer Reijnders ke Al Qadsiah diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan, setelah pemeriksaan medis dan penandatanganan kontrak resmi. Jendela transfer musim panas di sebagian besar liga Eropa akan menutup pada akhir Agustus 2026, sehingga tekanan untuk menyelesaikan kesepakatan ini sangat tinggi.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia — yang dikenal sebagai salah satu basis penggemar Premier League terbesar di Asia — kepindahan Reijnders menandai tren yang terus berkembang: pemain-pemain kelas dunia memilih kemewahan finansial Saudi Pro League di atas kompetitivitas liga-liga Eropa. Pertanyaan yang tersisa adalah: apakah langkah ini akan berdampak pada karier internasional Reijnders bersama timnas Belanda?

Pelatih timnas Belanda belum memberikan komentar resmi mengenai dampak kepindahan ini terhadap status internasional Reijnders. Namun, preseden dari pemain-pemain lain yang berkarier di Saudi Pro League menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam timnas biasanya tetap bisa dipertahankan, setidaknya dalam jangka pendek.

Untuk konteks lebih luas tentang kiprah pesepakbola dunia dalam karier dan biografi mereka, kunjungi blog sepak bola kami dan artikel tentang Marquinhos yang mencetak rekor 43 gelar sebagai perbandingan pencapaian karier pemain top dunia.

Liputan Terkait

Liputan Terkait (Global)

Sources

Photo: Saggittarius A, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *