Kisah masa kecil yang belum terungkap dan biografi para bintang sepak bola

Marquinhos Cetak Rekor 43 Gelar, Lewati Dani Alves sebagai Pesepakbola Brasil Paling Berprestasi
Ringkasan
✓Reviewed by Eko Nugroho PARIS, 13 Agustus 2026 — Kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos, resmi menjadi pesepakbola Brasil paling berprestasi sepanjang sejarah setelah mengoleksi 43 gelar resmi bersama PSG, melampaui rekor 42 gelar yang sebelumnya dipegang oleh Dani Alves. Pencapaian bersejarah...
Daftar Isi
- 1 Pencapaian Bersejarah: 43 Gelar yang Melampaui Dani Alves
- 2 Perjalanan Marquinhos Bersama PSG: Dari Bek Muda Brasil hingga Legenda Paris
- 3 Piala Super UEFA 2026: Gelar ke-43 yang Memecahkan Rekor
- 4 Marquinhos vs. Dani Alves: Membandingkan Dua Legenda Brasil
- 5 Peran Marquinhos sebagai Kapten Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
- 6 Dampak bagi Sepak Bola Brasil dan Generasi Berikutnya
- 7 Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
- 8 Liputan Terkait
- 9 Sources
PARIS, 13 Agustus 2026 — Kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos, resmi menjadi pesepakbola Brasil paling berprestasi sepanjang sejarah setelah mengoleksi 43 gelar resmi bersama PSG, melampaui rekor 42 gelar yang sebelumnya dipegang oleh Dani Alves. Pencapaian bersejarah itu dikonfirmasi pada 13 Agustus 2026 setelah PSG memenangkan Piala Super UEFA 2026 dengan menundukkan Aston Villa 2-1 pada 12 Agustus 2026.
Bek tengah berusia 32 tahun itu telah menjadi simbol kejayaan PSG selama lebih dari satu dekade. Bergabung dengan klub Paris sejak 2013, Marquinhos kini memegang rekor penampilan terbanyak di PSG dan menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan gelar Liga Champions bersama PSG dua kali berturut-turut, yakni pada 2025 dan 2026.
Pencapaian Bersejarah: 43 Gelar yang Melampaui Dani Alves
Menurut laporan O Tempo yang diterbitkan pada 13 Agustus 2026 pukul 14:15, Marquinhos telah mengoleksi 43 gelar resmi sepanjang karier profesionalnya, sebuah angka yang belum pernah dicapai oleh pesepakbola Brasil mana pun sebelumnya. Media Brasil itu menyatakan bahwa Marquinhos “alcançou a incrível marca de 43 títulos oficiais” (mencapai angka luar biasa 43 gelar resmi) dan “se tornou o jogador brasileiro mais vitorioso de toda a história do esporte” (menjadi pemain Brasil paling berprestasi dalam seluruh sejarah olahraga ini).
Rekor sebelumnya dipegang oleh Dani Alves, bek kanan legendaris yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pemain dengan koleksi trofi terbanyak dalam sepak bola dunia. Alves — yang pernah membela Barcelona, Juventus, Paris Saint-Germain, Manchester City, São Paulo, dan timnas Brasil — mengumpulkan 42 gelar resmi sepanjang kariernya. Kini, Marquinhos telah melampaui angka itu.

Perjalanan Marquinhos Bersama PSG: Dari Bek Muda Brasil hingga Legenda Paris
Marquinhos pertama kali menginjakkan kaki di Paris pada usia 19 tahun ketika PSG mendatangkannya dari AS Roma pada Juli 2013 seharga 31,4 juta euro. Saat itu, banyak pengamat meragukan apakah seorang bek muda dari Brasil bisa langsung bersaing di level tertinggi Eropa. Lebih dari satu dekade kemudian, keraguanraguan itu sudah lama terjawab.
Menurut data dari Wikipedia (diperbarui per 13 Agustus 2026), Marquinhos telah memenangkan 11 gelar Ligue 1, 14 trofi domestik lainnya (termasuk Coupe de France dan Trophée des Champions), serta dua gelar Liga Champions UEFA bersama PSG. Ia juga tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah PSG, setelah melampaui penampilan ke-500 melawan Tottenham Hotspur pada November 2025.
| Kompetisi | Jumlah Gelar PSG |
|---|---|
| Ligue 1 | 11 |
| Coupe de France & Coupe de la Ligue | 14 |
| UEFA Champions League | 2 |
| UEFA Super Cup | 1 (2026) |
| Total Karier | 43 |
Piala Super UEFA 2026: Gelar ke-43 yang Memecahkan Rekor
Gelar ke-43 itu datang dari kemenangan PSG atas Aston Villa dalam Piala Super UEFA 2026 yang digelar pada 12 Agustus 2026. PSG menang 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Sebelum pertandingan itu, Marquinhos sendiri telah menyerukan agar PSG terus menulis sejarah. Menurut laporan beIN Sports tertanggal 11 Agustus 2026, sang kapten mengungkapkan motivasinya: “Kami ingin terus membuat sejarah bersama PSG. Setiap trofi yang kami menangkan adalah bukti kerja keras seluruh tim.”
Kemenangan tersebut menambah dimensi istimewa pada pencapaian Marquinhos: ia tidak hanya memecahkan rekor jumlah trofi, tetapi melakukannya di panggung Eropa yang paling bergengsi di luar Liga Champions. Brian Madjo, pemain muda Aston Villa yang berusia 17 tahun, sempat mencetak gol dalam pertandingan itu — tetapi itu tidak cukup untuk menghentikan dominasi PSG dan sang kaptennya.
Marquinhos vs. Dani Alves: Membandingkan Dua Legenda Brasil
Perbandingan antara Marquinhos dan Dani Alves tidak bisa dihindari. Keduanya adalah bek Brasil yang berkarier panjang di Eropa dan meraih trofi demi trofi bersama klub-klub elite. Namun terdapat perbedaan mendasar: Dani Alves mengoleksi 42 gelarnya bersama enam klub berbeda — Barcelona (23 trofi), Juventus, PSG, Manchester City, São Paulo, dan timnas Brasil. Sementara Marquinhos meraih hampir seluruh trofinya di satu klub: PSG.
Loyalitas Marquinhos terhadap PSG menjadi salah satu aspek yang paling dikagumi dari kariernya. Ia menolak tawaran dari berbagai klub besar selama bertahun-tahun, memilih untuk tetap bersama proyek Paris. Menurut laporan Get French Football News pada Juni 2026, PSG sempat membuka pintu bagi kepergian Marquinhos setelah berakhirnya musim 2025-26 — namun sang pemain sejauh ini masih memilih bertahan.
Peran Marquinhos sebagai Kapten Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Pencapaian Marquinhos tidak hanya terbatas pada level klub. Ia juga menjadi bagian penting dari timnas Brasil di Piala Dunia FIFA 2026 yang baru saja berakhir. Menurut laporan The Athletic/The New York Times dari Juni 2026, Marquinhos ditunjuk sebagai kapten timnas Brasil oleh pelatih Carlo Ancelotti untuk turnamen tersebut. Meski Brasil tidak meraih gelar juara dunia, penampilan Marquinhos sebagai pemimpin pertahanan timnas mendapat pujian luas.
Di usia 32 tahun, Marquinhos masih berada dalam kondisi fisik prima. Musim 2025-26, ia tampil dalam 29 pertandingan bersama PSG di semua kompetisi (26 di antaranya sebagai starter), meraih rating rata-rata 7,3 dari FotMob dalam kemenangan terakhirnya atas Aston Villa pada 12 Agustus 2026, menurut data FotMob.
Dampak bagi Sepak Bola Brasil dan Generasi Berikutnya
Bagi sepak bola Brasil, pencapaian Marquinhos membawa makna yang lebih luas. Brasil dikenal sebagai negara dengan sejarah sepak bola terkaya di dunia — lima kali juara dunia, melahirkan legenda seperti Pelé, Ronaldo, Ronaldinho, hingga Neymar. Kini, nama Marquinhos berdiri sejajar dengan nama-nama terbesar itu dalam hal koleksi gelar resmi.
Bagi para pendukung sepak bola di Indonesia — yang selama ini mengikuti karier PSG dan timnas Brasil dengan antusias — pencapaian Marquinhos menjadi pengingat bahwa konsistensi dan loyalitas pada satu proyek bisa menghasilkan warisan yang lebih abadi daripada sekadar perpindahan antar klub demi gaji tertinggi. Di era transfer mega-money seperti yang dialami oleh Tijjani Reijnders yang hampir pindah ke Al Qadsiah senilai €60 juta dari Manchester City, kisah Marquinhos adalah pengecualian yang mencolok.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Pertanyaan besar yang kini menggantung adalah: apakah Marquinhos akan terus menambah koleksi trofinya bersama PSG, atau musim 2026-27 akan menjadi babak terakhirnya di Paris? Menurut informasi dari Get French Football News, PSG memang membuka kemungkinan kepergiannya — tetapi belum ada kesepakatan dengan klub manapun.
Sementara itu, PSG memulai musim baru 2026-27 dengan status juara Eropa dua kali berturut-turut dan kini juara Piala Super UEFA. Dengan skuad yang masih kompetitif dan Marquinhos yang masih memimpin lini belakang, mereka akan kembali menjadi salah satu favorat utama di semua kompetisi. Untuk para penggemar sepak bola di Indonesia yang mengikuti perkembangan liga-liga Eropa, perjalanan Marquinhos musim ini layak disimak dengan seksama — apakah ia bisa menambah gelar ke-44, ke-45, dan seterusnya.
Satu hal yang pasti: rekor 43 gelar itu sudah tertulis dalam sejarah, dan nama Marquinhos kini tercatat sebagai pesepakbola Brasil paling berprestasi yang pernah ada. Untuk konteks tentang pemain top dunia lainnya yang berkarier di Eropa saat ini, baca juga perkembangan Marcus Rashford yang kembali ke Manchester United musim 2026-27 di situs ini.
Liputan Terkait
- Marcus Rashford Kembali ke Manchester United Musim 2026-27, Masa Depan Masih Tidak Pasti
- Tijjani Reijnders Hampir Pindah ke Al Qadsiah dengan Nilai Transfer €60 Juta dari Manchester City
- Blog Sepak Bola Lifebogger Indonesia



