Kisah masa kecil yang belum terungkap dan biografi para bintang sepak bola

Zidane Latih Timnas Prancis, Kontroversi Agama Guncang Media dan Politik Prancis
Ringkasan
Zinedine Zidane resmi jadi pelatih timnas Prancis Juli 2026. Dalam 24 jam, kontroversi soal agamanya meledak dan memicu perdebatan politik nasional.
Daftar Isi
- 1 Pertanyaan yang Membakar: “Mengapa Kalian Menanyakan Agamanya?”
- 2 Anggota Parlemen Prancis Angkat Suara: “Tidak Pernah Ditanya ke Pelatih Sebelumnya”
- 3 Profil Zidane: Legenda Lapangan yang Kini Memimpin Les Bleus
- 4 Konteks Lebih Luas: Laïcité, Islam, dan Identitas Prancis
- 5 Reaksi Internasional: Dari Indonesia hingga Rusia
- 6 Apa yang Terjadi Selanjutnya: Fokus ke Lapangan
- 7 Liputan Terkait
- 8 Liputan Terkait (Global)
- 9 Sources
Zinedine Zidane secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Prancis pada 28 Juli 2026, menggantikan Didier Deschamps yang menjabat selama 14 tahun. Namun dalam waktu 24 jam setelah pengumuman bersejarah itu, sebuah kontroversi besar meledak bukan soal kualifikasi kepelatihan sang legenda, melainkan soal agama yang dianutnya — memicu badai politik dan perdebatan publik yang masih bergolak hingga pertengahan Agustus 2026.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dipimpin presidennya Philippe Diallo, mengumumkan kontrak empat tahun untuk Zidane hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan ini merupakan perwujudan ambisi lama pria kelahiran Marseille berdarah Aljazair-Kabyle itu untuk melatih tim nasional negara kelahirannya. Namun kegembiraan publik sepak bola segera tersapu oleh gelombang kontroversi yang berpusat pada pertanyaan sederhana namun sensitif: apa agama Zidane?
Pertanyaan yang Membakar: “Mengapa Kalian Menanyakan Agamanya?”
Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman FFF, beberapa media Prancis — yang digambarkan para kritikus sebagai outlet tabloid dan selebriti — menerbitkan artikel yang secara eksplisit mempertanyakan keyakinan agama Zidane. Mereka menggali kembali wawancara lama sang legenda dan menonjolkan identitas Islamnya sebagai berita utama, bukan rekam jejak kepelatihannya yang gemilang bersama Real Madrid.
Situs media Aljazair TSA merangkum suasana kala itu dengan tajam: “À peine présenté par la Fédération française de football, une question a fusé : mais quelle est sa religion?” — (“Baru saja diperkenalkan oleh Federasi Sepak Bola Prancis, sebuah pertanyaan muncul: tapi apa agamanya?”). Menurut laporan TSA, artikel-artikel itu kembali mengangkat pernyataan lama Zidane dari sebuah wawancara tahun 2006 dengan majalah Psychologies, di mana ia menyatakan:
“Je suis musulman, croyant – je pense qu’il y a quelqu’un là-haut qui a créé tout ça –, mais pas pratiquant.”
Zinedine Zidane, Psychologies, 2006 — dikutip kembali oleh berbagai media Prancis pada Juli 2026
(“Saya seorang Muslim, beriman — saya pikir ada seseorang di atas sana yang menciptakan semua ini — tetapi tidak taat.”) Pernyataan berusia 20 tahun itu tiba-tiba menjadi bahan bakar kontroversi nasional, memicu reaksi keras dari politisi, komentator olahraga, dan jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang memiliki basis penggemar Zidane sangat besar.

Anggota Parlemen Prancis Angkat Suara: “Tidak Pernah Ditanya ke Pelatih Sebelumnya”
Suara terkeras perlawanan terhadap kontroversi ini datang dari Abdelkader Lahmar, anggota parlemen Prancis dari fraksi La France Insoumise sekaligus Wali Kota Vaulx-en-Velin. Melalui unggahan di platform X (dahulu Twitter) pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, Lahmar menuliskan kutipan yang kemudian menjadi soundbite terpopuler dari seluruh kontroversi ini:
“Nous n’avons jamais posé la question de la religion à Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre ou Aimé Jacquet lors de leur nomination. Alors pourquoi cette question est-elle posée à Zidane, alors qu’il n’a même pas pris ses fonctions depuis 24 heures?”
Abdelkader Lahmar, Anggota Parlemen Prancis (La France Insoumise), melalui X, Juli–Agustus 2026
Terjemahan bebas: “Kami tidak pernah menanyakan soal agama Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, atau Aimé Jacquet saat mereka ditunjuk. Lalu mengapa pertanyaan itu diajukan kepada Zidane, padahal ia belum genap 24 jam menjabat?” Kutipan ini langsung viral dan diliput oleh media berbahasa Arab, Spanyol, India, Rusia, dan Indonesia, menjadikannya simbol dari debat yang jauh lebih luas.
Profil Zidane: Legenda Lapangan yang Kini Memimpin Les Bleus
Zinedine Yazid Zidane, 54 tahun, adalah salah satu pesepakbola terbesar sepanjang masa. Lahir di Marseille dari keluarga imigran Aljazair-Kabyle, ia memenangkan Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Prancis, serta tiga gelar Liga Champions bersama Real Madrid sebagai pelatih (2016, 2017, 2018). Sebagai ikon budaya, Zidane selama ini memposisikan dirinya sebagai simbol Prancis multikultural — sosok yang menjembatani komunitas imigran dan masyarakat arus utama.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Nama lengkap | Zinedine Yazid Zidane |
| Usia | 54 tahun (lahir 23 Juni 1972) |
| Asal | Marseille, Prancis (keturunan Aljazair-Kabyle) |
| Tanggal penunjukan | 28 Juli 2026 |
| Durasi kontrak | 4 tahun (hingga Piala Dunia 2030) |
| Pengganti | Didier Deschamps (14 tahun menjabat) |
| Gelar Liga Champions sebagai pelatih | 3 (2016, 2017, 2018 bersama Real Madrid) |
Konteks Lebih Luas: Laïcité, Islam, dan Identitas Prancis
Para analis dan komentator menekankan bahwa kontroversi ini tidak bisa dilepaskan dari konteks politik yang lebih besar di Prancis. Negara itu memiliki prinsip laïcité (sekularisme negara) yang ketat, sekaligus sedang bergulat dengan perdebatan panjang soal Islam, imigrasi, dan identitas nasional. Menurut laporan Al Jazeera pada 29 Juli 2026, laporan media Prancis soal agama Zidane “memicu badai kemarahan politik dan publik,” terutama di kalangan mereka yang melihatnya sebagai upaya menempatkan pelatih baru itu dalam kategori tersendiri hanya karena latar belakang Islamnya.
Situs TSA-Algérie, mengutip analisis berbagai pengamat Prancis, menulis bahwa fokus pada agama Zidane dianggap sebagai bentuk “stigmatisasi” yang implisit — seolah-olah keyakinan seseorang menjadi hal yang perlu dipertanyakan dalam mengukur kelayakannya memimpin tim nasional. Pendukung Zidane berargumen bahwa menyoroti agamanya justru merusak makna simbolis dari penunjukan bersejarah itu: untuk pertama kalinya, seorang putra keturunan imigran Afrika Utara kini memimpin Les Bleus.
Harian berpengaruh Le Monde dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan pada 9 Agustus 2026 menulis bahwa Zidane “menentang pandangan fatalistik tentang sejarah nasional Prancis”, menggambarkan sosoknya sebagai pengingat bahwa tidak ada takdir kolektif yang sudah ditentukan sebelumnya. Artikel tersebut, menurut Goal.com, dibaca oleh banyak kalangan sebagai pembelaan terselubung terhadap inklusivitas dalam konsep ke-Prancis-an itu sendiri.
Reaksi Internasional: Dari Indonesia hingga Rusia
Kontroversi ini mendapat gema internasional yang luas. Media berbahasa Arab (Kooora, Al Jazeera Arabic), media berbahasa Rusia (IslamnNews.ru), media India (Indian Express Malayalam), dan berbagai outlet berbahasa Indonesia semuanya memuat liputan tentang debat ini — hampir semuanya dengan nada yang mempertanyakan mengapa agama menjadi topik utama ketika seorang legenda ditunjuk melatih negaranya sendiri.
Di Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus salah satu basis penggemar Zidane paling loyal di Asia, pemberitaan ini mendapat perhatian khusus. Banyak penggemar Indonesia menyampaikan dukungan kepada Zidane melalui media sosial, menekankan bahwa identitas keagamaannya tidak seharusnya menjadi bahan polemik dalam konteks kepelatihannya. Bagi komunitas sepak bola Indonesia, kisah Zidane — anak imigran yang menjadi pelatih tim nasional negara besar — juga memiliki resonansi emosional tersendiri. Anda dapat membaca lebih banyak kisah inspiratif dari dunia sepak bola di liputan kami tentang João Félix di Saudi Pro League dan rekor luar biasa Marquinhos sebagai pesepakbola Brasil paling berprestasi.
Apa yang Terjadi Selanjutnya: Fokus ke Lapangan
Terlepas dari kontroversi, Zidane kini tengah mempersiapkan diri menghadapi tugas berat: membangun tim nasional Prancis pasca-Piala Dunia 2026 menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Rekam jejaknya sebagai pelatih — khususnya tiga trofi Liga Champions berturut-turut bersama Real Madrid — menjadikannya salah satu kandidat terkredibel untuk posisi ini. Tantangan taktis yang menanti mencakup peremajaan skuad, penentuan kapten baru, dan menemukan keseimbangan sistem setelah masa transisi.
Para analis sepak bola memprediksi bahwa kontroversi agama akan mereda seiring Zidane mulai menjalani tugasnya secara konkret — memimpin sesi latihan, mengumumkan skuad, dan berbicara soal visi taktis. Pertandingan resmi pertamanya sebagai pelatih Prancis dijadwalkan dalam rangka kualifikasi UEFA. Komunitas sepak bola global, termasuk jutaan penggemar Indonesia, kini menantikan apakah pemenang Ballon d’Or 1998, 2000, dan 2003 itu bisa mengulangi sihirnya — kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai arsitek di pinggir lapangan.
Sementara itu, kisah pelatih-pelatih besar yang bergulat dengan tekanan publik dan politik bukan hal baru dalam sepak bola dunia. Anda dapat membandingkannya dengan karier Marcus Rashford yang juga kerap menjadi sasaran sorotan di luar lapangan, serta kisah Ciro Immobile yang baru saja mengumumkan pensiun — dua contoh bagaimana kehidupan pribadi pesepakbola tak pernah lepas dari perhatian publik.
Liputan Terkait
- João Félix Cetak Gol Indah di Pembuka Saudi Pro League, Ronaldo Tepuk Tangan dari Tribune
- Marquinhos Cetak Rekor 43 Gelar, Lewati Dani Alves sebagai Pesepakbola Brasil Paling Berprestasi
- Ciro Immobile Umumkan Pensiun dari Sepak Bola di Usia 36 Tahun
- Marcus Rashford Kembali ke Manchester United Musim 2026-27, Masa Depan Masih Tidak Pasti
Liputan Terkait (Global)
- Frenkie de Jong klaagt in openhartig interview Spaanse media aan: ‘Ontzettend veel ruis om mij heen’
Sources
- Al Jazeera — aljazeera.com
- https://www.goal.com/en/news/why-do-you-ask-him-about-his-religion-fresh-controversy-in-france-over-zidane/blt58e789a65f7a06f3
- Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Perancis, Gantikan Didier Deschamps — bola.kompas.com
- Zidane Pelatih Baru Timnas Prancis, Tugas Berat Sudah … — detik.com
- Sah! Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis — sport.detik.com
Photo: Hadi Abyar, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons



