Kisah masa kecil yang belum terungkap dan biografi para bintang sepak bola

Pochettino Sebut Era Man City ‘Periode Penipuan’, Klaim Spurs Layak Juara 2016-17
Ringkasan
Pochettino sebut era Man City 'periode penipuan' usai putusan bersalah 114 dakwaan, serukan gelar 2016-17 Chelsea diberikan ke Tottenham.
Daftar Isi
- 1 Jawaban Langsung: Apa yang Sebenarnya Dikatakan Pochettino
- 2 Kronologi: Dari Putusan Bersalah Hingga Reaksi Pochettino
- 3 Kutipan Langsung dari Pochettino
- 4 Rincian Putusan Liga Primer Inggris terhadap Manchester City
- 5 Dampak Tidak Langsung: Spekulasi Transfer Erling Haaland
- 6 Rekam Jejak Pochettino di Tottenham dan Konteks Emosionalnya
- 7 Mengapa Kasus Manchester City Ini Signifikan bagi Sepak Bola Inggris
- 8 Tabel: Ringkasan Fakta Kunci Kasus dan Reaksi
- 9 Poin-Poin Penting
- 10 Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyebut era dominasi Manchester City sebagai “periode penipuan” dalam sepak bola Inggris, menyusul putusan komisi independen Liga Primer Inggris yang menyatakan City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial pada musim 2009/10 hingga 2017/18. Pochettino, yang melatih Tottenham Hotspur pada musim 2016-17 saat timnya finis sebagai runner-up di belakang Chelsea, menyatakan kepada wartawan pada 28-29 September 2026 bahwa gelar juara musim itu seharusnya diserahkan kepada Spurs jika pelanggaran finansial di era tersebut terbukti benar.
Jawaban Langsung: Apa yang Sebenarnya Dikatakan Pochettino
Mauricio Pochettino, pelatih asal Argentina yang kini menukangi tim nasional Amerika Serikat, secara terbuka mengomentari putusan Liga Primer Inggris yang menyatakan Manchester City bersalah atas hampir seluruh dakwaan pelanggaran aturan finansial. Dalam pernyataannya kepada media pada akhir September 2026, ia menegaskan bahwa periode kesuksesan City di Liga Primer Inggris antara 2009 dan 2018 harus dilihat sebagai era yang dirusak oleh ketidakadilan olahraga, dan secara spesifik menuntut agar gelar juara musim 2016-17 dialihkan dari Chelsea kepada Tottenham Hotspur, klub yang ia latih saat itu.
Perlu ditegaskan sejak awal: putusan bersalah terhadap Manchester City oleh komisi independen Liga Primer Inggris adalah hal yang sudah resmi diumumkan pada akhir pekan tanggal 29 September 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Liga Primer Inggris dalam pernyataan resminya. Namun, pernyataan Pochettino soal pencabutan gelar Chelsea dan pemberiannya kepada Tottenham masih berupa opini pribadi dan seruan — bukan keputusan resmi dari Liga Primer Inggris maupun badan sepak bola Inggris mana pun. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi terkait sanksi final atau kemungkinan pencabutan gelar apa pun terhadap Chelsea.
Kronologi: Dari Putusan Bersalah Hingga Reaksi Pochettino
Untuk memahami konteks penuh dari pernyataan Pochettino, berikut adalah rangkaian peristiwa yang relevan:
- 2009/10 – 2017/18: Periode sembilan musim yang menjadi objek investigasi dugaan pelanggaran aturan finansial oleh Manchester City, menurut pernyataan resmi Liga Primer Inggris.
- 29 September 2026: Liga Primer Inggris mengumumkan bahwa komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan finansial selama periode tersebut.
- 28-29 September 2026: Mauricio Pochettino memberikan pernyataan kepada wartawan yang meliput kamp pelatihan tim nasional Amerika Serikat, merespons langsung putusan tersebut.
- 30 September 2026: Berbagai media global termasuk Reuters, Associated Press (AP), SuperSport, dan The Daily Star melanjutkan pemberitaan atas pernyataan Pochettino tersebut.
Kutipan Langsung dari Pochettino
Menurut laporan yang disiarkan Associated Press dan dipublikasikan ulang oleh WTOP News, Pochettino menyampaikan kekecewaannya atas apa yang ia sebut sebagai kegagalan “keadilan olahraga” selama era tersebut. Ia mengatakan:
“Jika benar bahwa 114 aturan itu dilanggar, maka kita telah hidup dalam periode penipuan.”
Mauricio Pochettino, Pelatih Timnas Amerika Serikat
Ia menambahkan bahwa dampak dari situasi ini sudah terlalu dalam untuk sepenuhnya diperbaiki, terlepas dari sanksi apa pun yang akhirnya dijatuhkan kepada Manchester City:
“Jadi, apa pun hukuman yang akhirnya dijatuhkan… saya tidak tahu. Mustahil untuk memutar kembali waktu.”
Mauricio Pochettino, dikutip Associated Press
Pochettino juga menyampaikan pandangannya secara lebih luas soal integritas kompetisi selama periode tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh SuperSport:
“Kami telah hidup dalam periode di mana keadilan olahraga tidak ada.”
Mauricio Pochettino
Bagian paling spesifik dari pernyataannya menyangkut klaim langsung atas gelar juara musim 2016-17, yang saat itu dimenangkan Chelsea sementara Tottenham finis di posisi kedua di bawah asuhannya. Menurut laporan The Daily Star, Pochettino mengatakan:
“Kami seharusnya memenangkan satu gelar Liga Primer Inggris, kami seharusnya diberikan gelar itu. Gelar itu seharusnya untuk tim yang finis di posisi kedua.”
Mauricio Pochettino
Rincian Putusan Liga Primer Inggris terhadap Manchester City
Agar konteks pernyataan Pochettino dapat dipahami secara utuh, berikut fakta inti dari putusan yang memicu reaksinya. Liga Primer Inggris menyatakan bahwa komisi independen menemukan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial klub selama sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18. Liga menyampaikan hal ini dalam pernyataan resmi yang diperbarui pada 29-30 September 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.
Perlu digarisbawahi bahwa hingga saat artikel ini ditulis, sanksi resmi terhadap Manchester City belum diumumkan. Proses penentuan hukuman — yang berpotensi mencakup denda, pengurangan poin, atau sanksi lain — masih berjalan dan belum ada keputusan final dari Liga Primer Inggris. Ini berarti dampak konkret dari putusan bersalah tersebut, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap klasemen musim-musim sebelumnya, masih berupa spekulasi pada tahap ini dan belum menjadi keputusan resmi apa pun.
Dampak Tidak Langsung: Spekulasi Transfer Erling Haaland
Ketidakpastian yang menyelimuti Manchester City pasca-putusan tersebut turut memicu spekulasi transfer terhadap penyerang andalan mereka, Erling Haaland. Menurut laporan ESPN yang mengutip surat kabar The Sun, Real Madrid dan Barcelona dilaporkan mulai memantau situasi Haaland akibat ketidakpastian yang muncul dari kasus pelanggaran aturan finansial ini, dengan potensi pengurangan poin yang cukup berat bahkan disebut-sebut dapat memicu risiko degradasi bagi City.
Penting untuk ditegaskan: ini masih sebatas spekulasi transfer pada tahap paling awal — belum ada negosiasi resmi, belum ada kesepakatan pribadi, dan belum ada pernyataan resmi dari salah satu klub. Haaland sendiri terikat kontrak jangka panjang dengan Manchester City dan, menurut laporan yang sama, belum pernah menunjukkan keinginan untuk pindah klub. Media Inggris BBC Sport turut melaporkan bahwa Arsenal dan Real Madrid disebut telah melakukan kontak awal terkait pemain asal Norwegia tersebut, meski laporan tersebut juga belum menyebutkan adanya tawaran resmi.
Rekam Jejak Pochettino di Tottenham dan Konteks Emosionalnya
Pernyataan Pochettino memiliki bobot emosional tersendiri mengingat rekam jejaknya bersama Tottenham Hotspur. Ia melatih Spurs dari 2014 hingga 2019, dan musim 2016-17 dianggap sebagai salah satu musim terbaik klub tersebut di era modern, ketika Tottenham finis sebagai runner-up Liga Primer Inggris dengan raihan poin yang mengesankan, hanya kalah dari Chelsea asuhan Antonio Conte. Namun, Pochettino tidak pernah berhasil membawa Tottenham meraih trofi domestik utama, dan kegagalan tipis tersebut kerap disebut sebagai salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya di Inggris.
Sejak meninggalkan Tottenham, Pochettino sempat melatih Paris Saint-Germain sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat. Dalam kapasitasnya saat ini, ia tengah mempersiapkan Amerika Serikat menjelang periode penting menuju Piala Dunia 2030, sebagaimana pernah ia sampaikan dalam wawancara sebelumnya dengan The Guardian. Pernyataannya soal Manchester City dan Tottenham disampaikan di sela-sela kesibukannya menangani skuad Amerika Serikat, menunjukkan bahwa isu ini masih sangat personal baginya meski telah bertahun-tahun berlalu sejak masa kepelatihannya di London Utara berakhir.
Mengapa Kasus Manchester City Ini Signifikan bagi Sepak Bola Inggris
Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City merupakan salah satu proses disipliner terbesar dalam sejarah Liga Primer Inggris modern. Dakwaan yang diajukan terhadap klub mencakup berbagai tuduhan terkait pelaporan pendapatan sponsor, pembayaran kepada staf kepelatihan, dan kepatuhan terhadap aturan finansial liga selama hampir satu dekade. Dengan komisi independen menyatakan City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan tersebut, kasus ini berpotensi menjadi preseden signifikan bagi tata kelola finansial sepak bola Inggris ke depan.
Skala putusan ini turut menjelaskan mengapa reaksi publik figur seperti Pochettino mendapat perhatian luas. Sebagai mantan pelatih klub yang secara langsung bersaing dengan Manchester City untuk gelar juara pada periode yang disebutkan dalam dakwaan, pandangannya mencerminkan sentimen yang lebih luas di kalangan klub-klub rival soal dampak jangka panjang dari dugaan pelanggaran tersebut terhadap persaingan kompetisi.
Isu tata kelola finansial klub-klub elite Inggris juga tidak lepas dari sorotan kalangan klub Liga Primer Inggris lainnya, yang sebelumnya dilaporkan mempertimbangkan langkah hukum menyusul putusan bersalah tersebut, sebagaimana pernah diulas dalam laporan sebelumnya soal potensi gugatan hukum klub-klub Liga Primer Inggris.
Tabel: Ringkasan Fakta Kunci Kasus dan Reaksi
| Aspek | Detail | Status |
|---|---|---|
| Pernyataan Pochettino soal “periode penipuan” | 28-29 September 2026 | Opini pribadi, dikonfirmasi kutipan langsung |
| Putusan bersalah Manchester City | 114 dari 115 dakwaan, periode 2009/10-2017/18 | Resmi diumumkan Liga Primer Inggris, 29 September 2026 |
| Tuntutan pencabutan gelar Chelsea 2016-17 | Diserukan agar diberikan ke Tottenham | Seruan pribadi Pochettino, belum ada keputusan resmi liga |
| Sanksi final terhadap Manchester City | Belum ditentukan | Proses masih berjalan |
| Spekulasi transfer Erling Haaland ke Real Madrid/Barcelona | Muncul di tengah ketidakpastian City | Rumor tahap awal, belum ada tawaran resmi |
Poin-Poin Penting
- Mauricio Pochettino, pelatih timnas Amerika Serikat dan mantan manajer Tottenham Hotspur, menyebut era kesuksesan Manchester City sebagai “periode penipuan” menyusul putusan bersalah dari komisi independen Liga Primer Inggris.
- Komisi tersebut menyatakan City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial selama sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18.
- Pochettino secara spesifik menyerukan agar gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016-17 dicabut dari Chelsea dan diberikan kepada Tottenham, tim yang ia latih dan finis sebagai runner-up saat itu.
- Seruan ini belum memiliki dasar hukum atau keputusan resmi dari Liga Primer Inggris — sanksi final terhadap Manchester City, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap gelar-gelar sebelumnya, masih dalam proses penentuan.
- Ketidakpastian di Manchester City turut memicu spekulasi awal soal masa depan Erling Haaland, dengan Real Madrid dan Barcelona dilaporkan memantau situasi tersebut, meski belum ada tawaran resmi.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Beberapa hal akan menentukan bagaimana kasus ini berkembang dalam beberapa pekan mendatang. Pertama, Liga Primer Inggris masih perlu mengumumkan sanksi resmi terhadap Manchester City menyusul putusan bersalah atas 114 dakwaan tersebut — apakah berupa denda, pengurangan poin, atau bentuk hukuman lain, belum ada kepastian hingga artikel ini diterbitkan. Kedua, klub-klub rival, termasuk kemungkinan pihak yang diwakili Pochettino secara historis melalui Tottenham, dapat mengajukan tuntutan atau permintaan resmi terkait dampak putusan tersebut terhadap klasemen musim-musim sebelumnya, meskipun proses semacam itu memerlukan mekanisme hukum tersendiri yang terpisah dari pernyataan publik seorang pelatih.
Ketiga, spekulasi transfer seputar Erling Haaland kemungkinan akan terus berkembang selama ketidakpastian di Manchester City berlanjut, meski hingga kini belum ada indikasi konkret bahwa pemain tersebut ingin meninggalkan klub. Publik dan media sepak bola global, termasuk di Amerika Serikat, akan terus memantau bagaimana federasi dan liga merespons salah satu kasus tata kelola finansial terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris modern ini.
Catatan transparansi: Bagian mengenai putusan bersalah Manchester City bersumber dari pernyataan resmi Liga Primer Inggris sebagaimana dilaporkan Reuters. Kutipan Pochettino bersumber dari laporan Associated Press (dipublikasikan ulang WTOP News), SuperSport, dan The Daily Star. Informasi soal spekulasi transfer Erling Haaland bersumber dari ESPN dan BBC Sport, dan tetap berstatus rumor yang belum dikonfirmasi oleh klub mana pun.



