Kisah Masa Kecil Rayan Cherki Plus Fakta Biografi yang Belum Terungkap

Ditinjau oleh Eko Nugroho
Pertandingan berikutnya: Man City – Sunderland · Ming 13:00 UTC
Ringkasan

Temukan kisah masa kecil Rayan Cherki, latar belakang keluarga, perjalanan akademi, rekor-rekor yang dipecahkan, dan fakta biografi yang belum terungkap.

10 menit baca

Karier

TahunKlubMainGol
2025 –Manchester City F.C. ● saat ini314
2025 –France men's national association football team41
2024France Olympic football team82
2021 – 2025France national under-21 association football team2313
2019 – 2021Olympique Lyonnais Reserves and Academy135
2019 – 2025Olympique Lyonnais14614
2018 –France national under-16 association football team20

Sumber: Wikidata · diperbarui September 14, 2026

Rayan Cherki adalah pesepakbola profesional Prancis yang bermain sebagai gelandang serang untuk Manchester City dan tim nasional Prancis. Lahir di Lyon pada tahun 2003, ia naik melalui jenjang akademi Olympique Lyonnais hingga menjadi salah satu talenta muda paling menarik di sepakbola Eropa, memecahkan berbagai rekor usia sebelum akhirnya mendapatkan transfer besar ke Liga Primer Inggris.

Fakta Singkat

Nama LengkapMathis Rayan Cherki
Tanggal Lahir17 Agustus 2003
Tempat LahirLyon, Prancis (arondisemen ke-3)
KewarganegaraanPrancis
Tinggi Badan1,77 m (5 ft 10 in)
PosisiGelandang Serang / Sayap
KakiKedua kaki
Klub Saat IniManchester City

Masa Kecil & Kehidupan Awal

Mathis Rayan Cherki lahir pada tanggal 17 Agustus 2003 di arondisemen ke-3 Lyon, Prancis. Ia tumbuh besar di Pusignan, sebuah desa yang tenang di pinggiran timur Lyon, dikelilingi oleh lingkungan yang sangat mencintai sepakbola sehingga membentuk hasratnya sejak usia dini. Kawasan sekitar Lyon telah lama menjadi ladang subur bagi talenta sepakbola Prancis, dan Cherki akan membuktikan dirinya sebagai salah satu produk terbaiknya.

Tumbuh besar di Pusignan, Cherki menghabiskan masa kecilnya bermain sepakbola di taman-taman lokal bersama kakak-kakaknya. Budaya sepakbola di kawasan Lyon ada di sekelilingnya, dan bakatnya sudah terlihat sejak usia yang sangat muda. Pada usia enam tahun, kemampuannya sudah menarik perhatian para pelatih lokal yang bisa melihat bahwa ia bukan anak biasa saat menggiring bola di kakinya.

Latar Belakang Keluarga & Asal-Usul

Cherki berasal dari keluarga multikultural dengan akar di Aljazair dan Italia. Ayahnya, Fabrice Amsellem — sering disebut sebagai Fabrice Cherki atau dengan julukan ‘Fabio’ — memiliki keturunan Italia dan Aljazair. Akar Italia ayahnya berasal dari Puglia di Italia selatan. Ibunya, Abla Cherki, berketurunan Aljazair, dengan akar keluarga yang ditelusuri hingga Biskra.

Rayan adalah anak ketiga dari lima bersaudara laki-laki dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang pesepakbola amatir yang antusias dan bermain untuk klub-klub lokal, dan rumah tangga yang penuh semangat sepakbola ini memainkan peran sentral dalam mengasuh bakat Rayan muda. Ibunya juga terlibat erat dalam membimbing keputusan-keputusan penting dalam karier putranya. Kombinasi antara ayah yang bersemangat dengan sepakbola dan ibu yang suportif serta aktif menciptakan lingkungan yang ideal bagi seorang calon pesepakbola profesional untuk berkembang.

Masa Muda & Akademi

Perjalanan sepakbola terorganisir Cherki dimulai di AS Saint-Priest, sebuah klub amatir lokal di kawasan Lyon yang memiliki sejarah terkenal dalam menghasilkan pesepakbola profesional — mantan kapten Lyon, Nabil Fekir, juga mengambil langkah pertamanya dalam sepakbola di klub yang sama. Cherki tiba di Saint-Priest sekitar tahun 2009, dan salah satu kisah yang sering diceritakan menggambarkan bagaimana ia pertama kali ditemukan oleh seorang pelatih bernama Roger Martinez saat sedang mengembangkan bola di lintasan atletik di samping lapangan, ketika ia menemani kakak sulungnya yang sudah bermain untuk klub tersebut.

Setelah sekitar satu tahun di AS Saint-Priest, Cherki bergabung dengan akademi Olympique Lyonnais pada tahun 2010, pada usia sekitar tujuh tahun. Sejak saat ia tiba, staf akademi mengenali bakatnya yang unik. Ia melewati berbagai jenjang pemuda di Lyon dengan kecepatan luar biasa, secara konsisten bermain di atas kelompok usianya. Kemampuan teknis, kreativitas, dan ketenangan dengan bola membedakannya dari rekan-rekan sebayanya di setiap tahap.

Kehebatan Cherki di usia muda juga meluas ke kompetisi Eropa. Pada usia hanya 15 tahun dan 33 hari, ia menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah UEFA Youth League, sebuah rekor yang menggarisbawahi lintasan luar biasa yang sedang ia jalani. Pada usia 15 tahun, ia sudah berlatih dan bermain dengan tim cadangan Lyon, sebuah indikasi betapa jauhnya ia melampaui kurva perkembangan normal.

Perjalanan Menuju Ketenaran / Jalur Karier

Terobosan Cherki ke sepakbola senior datang pada usia yang sangat muda. Pada 19 Oktober 2019, di usia 16 tahun, ia melakukan debut Ligue 1-nya untuk Olympique Lyonnais, masuk sebagai pemain pengganti dalam hasil imbang 0-0 melawan Dijon. Hanya lebih dari sebulan kemudian, pada 27 November 2019, ia melakukan debut UEFA Champions League melawan Zenit Saint Petersburg pada usia 16 tahun dan 102 hari, menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah tampil di kompetisi tersebut.

Momen yang benar-benar memperkenalkan Cherki ke dunia sepakbola yang lebih luas datang pada 4 Januari 2020, ketika ia mencetak gol senior pertamanya dalam pertandingan Coupe de France melawan Bourg-en-Bresse Péronnas, kemenangan 7-0 Lyon. Pada usia 16 tahun dan 140 hari, ia menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah Lyon dalam pertandingan kompetitif — sebuah rekor untuk klub yang memiliki sejarah bangga dalam mengembangkan talenta muda.

Hanya dua minggu kemudian, pada 18 Januari 2020, Cherki menampilkan salah satu penampilan individu paling luar biasa oleh seorang remaja dalam sepakbola Prancis. Dalam pertandingan babak 16 besar Coupe de France tandang di Nantes, pemuda berusia 16 tahun itu mencetak dua gol dan memberikan dua assist dalam kemenangan dramatis Lyon 4-3. Ia terlibat dalam keempat gol Lyon, mengumumkan dirinya sebagai pemain dengan potensi luar biasa di panggung domestik terbesar.

Musim yang sama membawa tonggak sejarah lainnya. Pada 19 Agustus 2020, Cherki masuk sebagai pemain pengganti selama semifinal Champions League Lyon melawan Bayern Munich di Lisbon, pertandingan yang dimenangkan Bayern 3-0. Pada usia 17 tahun dan 3 hari, ia menjadi pemain termuda yang pernah tampil di semifinal Champions League — sebuah rekor yang menempatkannya dalam deretan elit sejarah bersama nama-nama seperti Bojan Krkic dan David Alaba, yang termasuk di antara pemain termuda yang tampil di tahap tersebut.

Karier Senior & Pencapaian

Setelah terobosan eksplosifnya, Cherki terus berkembang di Olympique Lyonnais selama beberapa musim. Ia menjadi bagian yang semakin integral dari tim utama, secara bertahap mengumpulkan pengalaman dan mengasah keterampilannya. Pada usia 18 tahun dan 60 hari, ia menjadi pemain termuda yang mencatatkan 50 penampilan resmi untuk Lyon, menambahkan rekor usia lain ke koleksinya yang terus bertambah. Ia juga merupakan pemain kelahiran 2003 pertama yang tampil di Ligue 1.

Sepanjang waktunya di Lyon, perkembangan Cherki adalah kisah konsistensi dan produktivitas yang terus meningkat. Musim-musim awalnya melihat ia memantapkan dirinya sebagai anggota skuad reguler, dan seiring waktu ia berevolusi dari kontributor yang memukau namun tidak konsisten menjadi salah satu pemain kreatif paling produktif di Ligue 1. Musim terakhirnya di Lyon secara luas dianggap sebagai yang terkuatnya, dengan kombinasi gol dan assist yang menandainya sebagai salah satu pemain serang paling efektif di sepakbola Prancis.

Secara total, Cherki mencatatkan 185 penampilan untuk Olympique Lyonnais, mencetak 29 gol di semua kompetisi. Ia tetap menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah klub, sebuah keistimewaan yang mencerminkan bakatnya yang luar biasa sejak dini dan ikatan mendalam antara pemain dan klub.

Pada 10 Juni 2025, Manchester City menyelesaikan transfer Cherki dari Lyon. Transfer ini dilaporkan secara luas dengan biaya sekitar £30,45 juta, dan Cherki menandatangani kontrak lima tahun yang membuatnya bertahan di klub hingga 2030. Kedatangannya di Stadion Etihad merupakan puncak dari bertahun-tahun pengembangan dan awal dari babak baru di salah satu klub terbesar di sepakbola dunia.

Karier Internasional

Cherki mewakili Prancis di setiap jenjang pemuda sebelum mendapatkan panggilan tim senior. Perjalanan internasionalnya dimulai dengan tim Prancis U-16 dan berlanjut melalui kelompok usia U-19 dan U-21. Bersama tim Prancis U-21, ia menjadi figur kunci, dan salah satu penampilan menonjolnya datang pada Maret 2025 ketika ia memberikan dua assist dan mencetak gol dalam kemenangan 5-3 atas Inggris U-21.

Pada tahun 2024, Cherki masuk dalam skuad Prancis untuk Olimpiade di Paris. Ia tampil dalam tiga pertandingan selama turnamen tersebut, menjadi starter dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Selandia Baru dan masuk sebagai pemain pengganti di semifinal melawan Mesir dan di final melawan Spanyol. Prancis kalah dari Spanyol 5-3 di final, dan Cherki meraih medali perak Olimpiade atas usahanya.

Cherki melakukan debut senior Prancis pada Juni 2025, tampil di semifinal UEFA Nations League melawan Spanyol, sebuah kekalahan dramatis 5-4. Panggilannya ke skuad senior menggarisbawahi kebangkitan pesatnya dan mengkonfirmasi statusnya sebagai salah satu pemain muda paling berbakat di sepakbola Prancis.

Gaya Bermain

Cherki adalah gelandang serang yang sangat kreatif dengan permainan yang dibangun di atas kontrol bola yang rapat, dribel inventif, dan tingkat ambideksteritas yang luar biasa. Ia nyaman menerima bola di antara lini pertahanan, membawanya melewati bek, dan memberikan umpan atau tembakan penentu. Posisi terbaiknya adalah sebagai gelandang serang sentral atau ‘nomor 10,’ meskipun ia juga efektif sebagai pencipta peluang di sayap yang sering memotong ke dalam, terutama ketika diberi kebebasan untuk bergerak ke tengah dan berkombinasi dengan rekan setimnya.

Yang benar-benar membedakan Cherki adalah kemampuan kedua kakinya. Ia mampu mengumpan, menembak, melakukan crossing, dan bahkan mengambil tendangan sudut dengan kedua kaki — kualitas yang langka di level manapun dalam sepakbola. Pakar sepakbola Prancis Julien Laurens menggambarkannya sebagai ‘salah satu teknisi terhebat di Eropa saat ini,’ menyoroti bahwa ‘bakatnya ada di sana, kaki kiri atau kaki kanan.’ Kemampuan menggunakan kedua kaki ini membuatnya sangat sulit dibaca dan ditekan oleh para bek, karena mereka tidak bisa memaksanya ke sisi yang lebih lemah.

Cherki sendiri telah berbicara tentang hubungannya dengan bola dalam istilah yang sangat puitis: ‘Saya mencoba membelai bola. Saya tidak bisa menyakitinya. Saya ingin bola menikmati berada di kaki saya. Saya punya kucing di rumah. Saya tahu dia tidak akan datang kepada saya jika dia tidak menikmati cara saya mengelusnya. Hal yang sama berlaku dengan bola sepak.’ Filosofi ini tercermin dalam sentuhannya yang halus dan kegembiraan yang jelas ia rasakan dalam ekspresi teknis di lapangan.

Insting kreatifnya dilengkapi dengan ancaman gol yang nyata. Ia adalah penyelesai yang mumpuni dengan kedua kaki dan berbahaya dari berbagai posisi di sekitar kotak penalti. Visinya untuk umpan terobosan dan crossing, dikombinasikan dengan kemampuannya mengalahkan lawan dalam situasi satu lawan satu, menjadikannya sumber bahaya yang konstan di sepertiga akhir lapangan.

Catatan Akhir

Perjalanan Rayan Cherki dari pinggiran kota Lyon ke salah satu klub terbesar di sepakbola dunia adalah kisah tentang bakat luar biasa, dukungan keluarga, dan pengembangan tanpa henti. Dari mengembangkan bola di lintasan atletik di samping lapangan kakaknya di AS Saint-Priest hingga memecahkan rekor di setiap kesempatan bersama Olympique Lyonnais, Cherki telah menempuh jalur yang hanya sedikit pesepakbola muda yang bisa menandinginya. Kini telah mapan di Manchester City dan sebagai pemain internasional senior Prancis, kariernya terus berkembang dengan janji yang pertama kali memikat para pelatih lokal di kawasan Lyon ketika ia baru berusia enam tahun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Di mana Rayan Cherki lahir?

Rayan Cherki lahir pada 17 Agustus 2003 di arondisemen ke-3 Lyon, Prancis. Ia tumbuh besar di Pusignan, sebuah desa di pinggiran timur Lyon.

Apa latar belakang etnis Rayan Cherki?

Cherki berasal dari keluarga multikultural. Ayahnya berketurunan Italia dan Aljazair, dengan akar Italia yang ditelusuri hingga Puglia. Ibunya berketurunan Aljazair, dengan akar keluarga di Biskra.

Rekor apa saja yang dipecahkan Rayan Cherki?

Cherki memegang beberapa rekor usia yang penting. Ia menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah Lyon pada usia 16 tahun dan 140 hari, pemain termuda yang tampil di semifinal Champions League pada usia 17 tahun dan 3 hari, dan pencetak gol termuda sepanjang sejarah UEFA Youth League pada usia 15 tahun dan 33 hari. Ia juga merupakan pemain kelahiran 2003 pertama yang tampil di Ligue 1.

Bagaimana gaya bermain Rayan Cherki?

Cherki adalah gelandang serang yang sangat kreatif dengan kemampuan kedua kaki, dikenal dengan kontrol bola rapat, dribel inventif, dan kemampuannya mengumpan, menembak, serta melakukan crossing dengan kedua kaki. Ia paling efektif sebagai playmaker sentral atau pencipta peluang di sayap yang memotong ke dalam.

Kapan Rayan Cherki bergabung dengan Manchester City?

Manchester City menyelesaikan transfer Cherki dari Olympique Lyonnais pada 10 Juni 2025. Ia telah mencatatkan 185 penampilan dan mencetak 29 gol selama waktunya di klub tempat ia dibesarkan.

Klub pemuda mana yang menjadi tempat Rayan Cherki bermain sebelum Lyon?

Sebelum bergabung dengan akademi Olympique Lyonnais pada tahun 2010, Cherki bermain untuk AS Saint-Priest, sebuah klub amatir lokal di kawasan Lyon. AS Saint-Priest juga merupakan klub tempat mantan kapten Lyon, Nabil Fekir, memulai kariernya.

Referensi

Foto: Bryan Berlin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Artikel Terkait

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 68

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *