Manchester United Tersingkir dari Carabao Cup, Kalah 2-3 dari Brighton di Old Trafford

Ditinjau oleh Eko Nugroho
Ringkasan

Manchester United tersingkir dari Piala Carabao usai kalah 2-3 dari Brighton di Old Trafford, 16 September 2026, meski sempat unggul 2-0 lebih dulu.

6 menit baca

Manchester United tersingkir dari Piala Carabao usai kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion pada babak ketiga yang digelar di Old Trafford, Rabu, 16 September 2026. Setan Merah sempat unggul lebih dulu lewat gol S. Lacey pada menit ke-8 dan M. Mount pada menit ke-10, sebelum Brighton membalikkan keadaan lewat tiga gol beruntun di babak kedua.

Pertandingan yang dimulai pukul 20:00 waktu Inggris itu menjadi pukulan baru bagi Manchester United, hanya beberapa hari setelah mereka kalah 0-1 dari rival sekota Manchester City dalam derby Liga Primer pada Minggu, 13 September 2026, lewat gol tunggal Erling Haaland. Kekalahan atas Brighton membuat langkah Manchester United di kompetisi domestik musim ini kembali tersendat, menurut laporan ESPN.

Jalannya Pertandingan: Keunggulan Cepat, Comeback Brighton

Manchester United tampil agresif sejak menit-menit awal. Lacey membuka skor pada menit ke-8, disusul gol kedua dari Mount hanya dua menit berselang pada menit ke-10. Keunggulan dua gol dalam waktu singkat itu sempat memberi sinyal positif bagi tuan rumah yang tengah mencari kemenangan setelah hasil buruk di ajang liga.

Namun performa Manchester United runtuh di babak kedua. Menurut catatan pertandingan dari Sky Sports, Brighton langsung memangkas ketertinggalan lewat gol Charalampos Kostoulas pada menit ke-46, tak lama setelah babak kedua dimulai. Tim asuhan Fabian Hurzeler itu kemudian melengkapi pembalikan skor lewat gol P. Groß pada menit ke-65 dan gol penentu dari Maxim De Cuyper pada menit ke-69, mengubah kedudukan menjadi 2-3 untuk keunggulan tim tamu hingga laga usai.

Hasil ini memastikan Manchester United tersingkir dari Piala Carabao musim 2026-27 di babak ketiga, sementara Brighton melaju ke babak berikutnya dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya menang telak 5-0 atas Coventry City di Liga Primer pada 13 September 2026.

Tabel Gol dan Statistik Kunci Pertandingan

MenitPencetak GolTimSkor Berjalan
69′Maxim De CuyperBrighton & Hove Albion2-3
65′P. GroßBrighton & Hove Albion2-2
46′Charalampos KostoulasBrighton & Hove Albion2-1
10′M. MountManchester United2-0
8′S. LaceyManchester United1-0

Data pertandingan tersebut dikonfirmasi melalui laman statistik langsung Sky Sports, yang mencatat jalannya laga secara menit demi menit di Old Trafford.

Peringatan Michael Carrick Sebelum Laga

Sehari sebelum laga, pelatih Manchester United, Michael Carrick, menyerukan agar timnya menjadikan kekalahan derby melawan Manchester City sebagai bahan bakar motivasi menghadapi Brighton. Menurut laporan The Independent yang dipublikasikan 15 September 2026, Carrick berharap timnya bisa memanfaatkan rasa “ketidakadilan” (injustice) dari kekalahan derby untuk membangkitkan kembali performa yang tengah tersendat.

Namun harapan tersebut tidak terwujud. Alih-alih bangkit, Manchester United justru kembali menunjukkan kerapuhan mental di babak kedua, gagal mempertahankan keunggulan dua gol yang sudah didapat sejak 10 menit pertama laga. Belum ada pernyataan resmi dari Carrick maupun pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, yang dipublikasikan media terkait hasil akhir pertandingan ini hingga artikel ini diturunkan.

Konteks Performa Kedua Tim Jelang Laga

Manchester United memasuki laga ini dengan kepercayaan diri yang goyah. Selain kalah dari Manchester City di Liga Primer, performa mereka di awal musim 2026-27 dinilai belum stabil oleh sejumlah pengamat. Sebaliknya, Brighton & Hove Albion datang ke Old Trafford dengan tren positif setelah kemenangan besar 5-0 atas Coventry City tiga hari sebelumnya, sebagaimana tercatat dalam data performa tim di laman Sky Sports.

Kekalahan ini menambah daftar hasil mengecewakan Manchester United dalam sepekan terakhir. Setelah tersingkir di ajang Piala Carabao, tekanan terhadap Michael Carrick dan jajaran pelatih kemungkinan akan meningkat menjelang laga-laga Liga Primer berikutnya, mengingat skuad tersebut sempat digadang-gadang mampu bersaing di papan atas musim ini.

Suasana malam pertandingan sepak bola Liga Inggris di stadion dengan penonton penuh

Bayang-Bayang Masa Depan Luke Shaw di Old Trafford

Di tengah sorotan atas hasil buruk tim, muncul pula laporan mengenai masa depan bek kiri senior Manchester United, Luke Shaw, yang semakin tidak menentu. Menurut laporan utdreport.co.uk yang terbit 16 September 2026, Manchester United saat ini tidak memiliki rencana untuk mempertahankan Shaw setelah kontraknya berakhir pada Juni 2027.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kontrak Shaw, hasil perpanjangan empat tahun sebelumnya, tidak memiliki klausul opsi perpanjangan 12 bulan tambahan. Artinya, jika tidak ada kesepakatan kontrak baru, Shaw akan berstatus bebas transfer begitu masa kontraknya usai. Perlu dicatat, ini masih berupa laporan media dan belum ada pengumuman resmi dari klub soal keputusan akhir terkait masa depan pemain tersebut.

Sinyal soal ketidakpastian ini sebenarnya sudah muncul lebih awal. Sebuah laporan dari sumber yang sama pada 19 Juni 2026 menyebutkan bahwa Shaw kemungkinan harus menerima pemotongan gaji dari nilai kontraknya saat ini sebesar £200.000 per pekan apabila ingin tetap bertahan di Old Trafford melewati masa kontrak yang ada. Shaw disebut sebagai salah satu dari enam pemain yang secara teknis berpeluang meninggalkan klub sebagai pemain bebas transfer pada 2027.

Situasi Shaw menjadi salah satu isu yang harus dikelola manajemen Manchester United di tengah tekanan hasil pertandingan yang terus menumpuk. Meski begitu, belum ada indikasi bahwa keputusan soal masa depannya di klub telah final.

Dampak bagi Manchester United di Musim 2026-27

Tersingkirnya Manchester United dari Piala Carabao menyisakan satu jalur kompetisi lebih sedikit bagi klub untuk meraih trofi musim ini. Bagi klub sebesar Manchester United, kegagalan di kompetisi domestik seperti ini kerap menjadi sorotan tajam publik dan media Inggris, terutama ketika terjadi berdekatan dengan hasil buruk di Liga Primer.

Fokus tim kini akan sepenuhnya beralih ke kompetisi liga, di mana Manchester United perlu segera bangkit dari dua kekalahan beruntun. Performa tim di beberapa pekan mendatang akan menjadi penentu apakah tekanan terhadap kepelatihan Michael Carrick akan mereda atau justru semakin membesar.

Bagi penggemar sepak bola Inggris di Indonesia, hasil ini menambah drama menarik di awal musim Liga Primer 2026-27, sekaligus menjadi pengingat bahwa skuad Manchester United masih dalam proses pembenahan di bawah kepelatihan Carrick. Publik juga akan menantikan bagaimana klub menangani isu-isu skuad senior seperti masa depan Luke Shaw, yang berpotensi memengaruhi susunan pemain jangka panjang di lini pertahanan.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

  • Manchester United akan berusaha bangkit di laga Liga Primer berikutnya setelah dua kekalahan beruntun dari Manchester City dan Brighton.
  • Belum ada pernyataan resmi dari Michael Carrick atau Fabian Hurzeler pasca-pertandingan yang dipublikasikan media hingga saat artikel ini diturunkan.
  • Status kontrak Luke Shaw yang berakhir Juni 2027 tanpa opsi perpanjangan otomatis akan terus menjadi sorotan menjelang bursa transfer mendatang.
  • Brighton & Hove Albion melaju ke babak berikutnya Piala Carabao dengan modal dua kemenangan meyakinkan secara beruntun.

Untuk konteks tambahan mengenai performa Manchester United di Liga Primer musim ini, publik dapat menyimak laporan sebelumnya soal kekalahan 5-2 dari Ipswich Town di Old Trafford yang juga menjadi bagian dari rangkaian hasil kurang konsisten skuad asuhan Michael Carrick musim ini.

Artikel Terkait

Sources

Photo: Ardfern, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 76

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *