Fiorentina Pecat Fabio Grosso dan Panggil Kembali Paolo Vanoli Setelah Tiga Kekalahan Beruntun di Serie A

Ditinjau oleh Eko Nugroho
Ringkasan

Fiorentina memecat Fabio Grosso setelah tiga kekalahan beruntun dan memanggil kembali Paolo Vanoli sebagai pelatih kepala pada 7 September 2026.

9 menit baca

ACF Fiorentina resmi memecat pelatih kepala Fabio Grosso pada Minggu, 6 September 2026, setelah tiga kekalahan beruntun di awal musim Serie A 2026-27 yang menempatkan klub di dasar klasemen. Hanya sehari kemudian, pada Senin 7 September 2026, klub asal Firenze itu mengumumkan kembalinya Paolo Vanoli sebagai pengganti — pelatih yang baru tiga bulan sebelumnya meninggalkan Stadio Artemio Franchi.

Keputusan ini menjadikan Grosso sebagai pelatih pertama yang dipecat di lima liga terbesar Eropa pada musim 2026-27, menurut laporan Associated Press melalui Fox Sports. Keputusan dramatis ini mengakhiri masa tugas Grosso yang hanya berlangsung empat pertandingan kompetitif — termasuk satu kemenangan di Coppa Italia — dan menandai salah satu pemecatan tercepat dalam sejarah klub Viola.

Tiga Kekalahan yang Menghancurkan Mimpi Grosso

Awal musim Fiorentina di bawah Grosso tidak bisa lebih buruk. Klub yang berbasis di Firenze ini menelan tiga kekalahan beruntun di Serie A tanpa mampu meraih satu pun poin. Fiorentina tercatat hanya mencetak satu gol dan kebobolan sembilan gol dalam tiga pertandingan liga tersebut, menurut Reuters.

Kekalahan 3-0 di kandang Frosinone — tim promosi yang baru kembali ke Serie A — menjadi tamparan keras. Ditambah dengan kekalahan memalukan lainnya, termasuk kekalahan terakhir 1-2 di kandang sendiri melawan Torino pada 6 September 2026, manajemen Fiorentina merasa tidak punya pilihan selain bertindak cepat.

“ACF Fiorentina mengonfirmasi bahwa Fabio Grosso telah diberhentikan dari tugasnya sebagai Pelatih Kepala Tim Utama pada hari ini,” demikian pernyataan resmi klub yang dirilis pada Minggu malam, 6 September 2026. Pernyataan singkat itu tidak menyebutkan alasan spesifik, namun angka-angka sudah berbicara sendiri: nol poin dari sembilan yang diperebutkan, posisi juru kunci klasemen Serie A.

Grosso: Dari Pahlawan Piala Dunia 2006 ke Pemecatan Tercepat Musim Ini

Nama Fabio Grosso tidak asing bagi pecinta sepak bola dunia. Bek kiri kelahiran Roma ini menjadi pahlawan Italia di Piala Dunia 2006 di Jerman. Golnya yang spektakuler di semifinal melawan Jerman pada menit ke-119 — sebuah tendangan melengkung indah yang menjebol gawang Jens Lehmann — menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah turnamen tersebut.

Di final melawan Prancis, Grosso kembali tampil menentukan dengan mengonversi tendangan penalti penentu kemenangan dalam adu penalti yang mengantarkan Italia meraih gelar juara dunia keempat mereka. Karier bermainnya membawanya ke klub-klub seperti Perugia, Palermo, Inter Milan, dan Lyon.

Namun transisi ke dunia kepelatihan tidak berjalan semulus karier bermainnya. Grosso pernah menangani Bari, Hellas Verona, Brescia, Sion, dan Lyon sebelum menerima tawaran Fiorentina. Ia diangkat sebagai pelatih kepala Fiorentina pada 8 Juni 2026 dengan kontrak dua tahun, menggantikan Vanoli yang kontraknya tidak diperpanjang setelah musim 2025-26.

Pada usia 48 tahun, Grosso seharusnya mendapat kesempatan untuk membuktikan diri di Serie A. Namun kenyataannya, ia hanya bertahan empat pertandingan kompetitif — satu kemenangan di Coppa Italia dan tiga kekalahan di liga — sebelum dipecat. Rekornya di liga: dua pertandingan, nol poin, nol kemenangan.

Vanoli Kembali: Tiga Bulan Setelah Perpisahan

Hanya 24 jam setelah pemecatan Grosso, Fiorentina bergerak cepat untuk mengamankan pengganti. Dan nama yang dipilih bukanlah wajah baru — melainkan Paolo Vanoli, pelatih yang baru saja meninggalkan klub pada Juni 2026.

“ACF Fiorentina mengumumkan bahwa Paolo Vanoli telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim utama,” bunyi pernyataan resmi klub pada Senin, 7 September 2026, sebagaimana dilaporkan Reuters. Vanoli, 54 tahun, dilaporkan menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun.

Situasi ini menciptakan ironi yang luar biasa: Fiorentina memilih untuk tidak memperpanjang kontrak Vanoli pada akhir musim lalu, hanya untuk memanggilnya kembali kurang dari 100 hari kemudian setelah penggantinya gagal total. Menurut laporan media Italia yang dikutip oleh Football Italia, Vanoli sudah tiba di pusat latihan Viola Park untuk menandatangani kontrak barunya.

Kepulangan Vanoli mendapat sambutan positif dari sebagian besar tifosi Viola. Meskipun musim 2025-26 bukan musim yang gemilang, Vanoli berhasil menyelesaikan misi utamanya: menyelamatkan Fiorentina dari ancaman degradasi.

Perjalanan Vanoli: Dari Torino ke Firenze, Pergi, dan Kembali

Paolo Vanoli bukanlah nama baru dalam dunia kepelatihan Italia. Mantan pemain yang pernah berkarier di beberapa klub Serie B ini memulai karier kepelatihan sebagai asisten di berbagai klub sebelum mendapat kesempatan sebagai pelatih kepala.

Sebelum bergabung dengan Fiorentina, Vanoli memimpin Torino dari 21 Juni 2024 hingga 5 Juni 2025. Di Il Toro, rekornya mencatat 40 pertandingan dengan 11 kemenangan, 14 seri, dan 15 kekalahan — persentase kemenangan 27,5% yang akhirnya membuatnya harus berpisah dengan klub berbasis di Turin tersebut.

Vanoli kemudian ditunjuk sebagai pelatih Fiorentina pada 7 November 2025, menggantikan pelatih sebelumnya di tengah musim. Dalam 38 pertandingan Serie A yang dipimpinnya pada musim 2025-26, Vanoli mencatatkan 14 kemenangan, 11 seri, dan 13 kekalahan, dengan 48 gol dicetak dan 50 gol kebobolan. Fiorentina finis di posisi ke-15 — aman dari zona degradasi namun jauh dari ekspektasi klub yang pernah menjadi finalis Liga Konferensi Eropa.

Keputusan Fiorentina untuk tidak memperpanjang kontrak Vanoli pada Juni 2026 dan menggantinya dengan Grosso kini terlihat sebagai langkah yang kurang tepat. Manajemen klub menginginkan arah baru dan peningkatan performa, namun justru mendapat hasil yang jauh lebih buruk.

Fiorentina coaching staff at the technical area under floodlights

Klasemen Serie A 2026-27: Fiorentina di Dasar

Setelah tiga pekan pertama Serie A musim 2026-27, Fiorentina berada di posisi paling buncit klasemen. Berikut adalah gambaran statistik klub di bawah kepemimpinan Grosso sebelum ia dipecat:

StatistikDetail
Posisi klasemen20 (terakhir)
Pertandingan3
Menang0
Seri0
Kalah3
Gol dicetak1
Gol kebobolan9
Selisih gol-8
Poin0

Angka-angka tersebut sangat mengkhawatirkan. Hanya satu gol yang berhasil dicetak dalam tiga pertandingan liga, sementara lini pertahanan kebobolan sembilan kali. Rata-rata tiga gol kebobolan per pertandingan adalah yang terburuk di Serie A pada awal musim ini.

Pelatih Pertama yang Dipecat di Liga Top Eropa Musim Ini

Pemecatan Grosso memiliki signifikansi historis tersendiri. Ia menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaannya di lima liga terbesar Eropa — Serie A, Premier League, LaLiga, Bundesliga, dan Ligue 1 — pada musim 2026-27. Ini menunjukkan betapa cepatnya manajemen Fiorentina mengambil keputusan, bahkan sebelum musim benar-benar berjalan.

Kecepatan pemecatan ini juga memunculkan pertanyaan tentang proses rekrutmen Fiorentina. Klub ini memilih Grosso di musim panas meskipun pengalamannya sebagai pelatih di level tertinggi terbatas. Di Lyon, ia hanya bertahan satu musim. Di Brescia, hasilnya juga tidak memuaskan. Pola ini seharusnya menjadi peringatan bagi manajemen Viola sebelum menunjuknya.

Di sisi lain, pemecatan cepat ini juga mencerminkan tekanan besar yang dihadapi pelatih di sepak bola modern. Tiga kekalahan beruntun — meskipun di awal musim — dianggap sudah cukup untuk mengambil tindakan drastis. Tidak ada lagi ruang untuk “proses” atau “waktu beradaptasi” ketika hasil tidak datang.

Tantangan Besar Vanoli di Stint Kedua

Kembalinya Vanoli ke Fiorentina bukan tanpa tantangan besar. Ia mewarisi skuad yang sedang dalam kondisi mental terpuruk, tanpa kepercayaan diri, dan berada di dasar klasemen. Tugas pertamanya adalah membangun kembali mental tim dan menghentikan pendarahan gol yang sudah berlangsung sejak awal musim.

Keuntungan terbesar Vanoli adalah kenyataan bahwa ia sudah mengenal skuad ini dengan sangat baik. Ia memimpin sebagian besar pemain yang sama selama musim 2025-26, sehingga tidak memerlukan waktu adaptasi yang panjang untuk memahami kekuatan dan kelemahan tiap individu.

Namun ada juga pertanyaan mendasar: jika Vanoli hanya mampu membawa Fiorentina finis ke-15 musim lalu, apakah ia benar-benar bisa memberikan hasil yang lebih baik kali ini? Fiorentina tentu berharap bahwa pengalaman musim lalu — dan fakta bahwa pemain sudah memahami metode Vanoli — akan menghasilkan performa yang lebih konsisten.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Serie A, drama ini menjadi pengingat betapa tidak stabilnya dunia kepelatihan di Italia. Fiorentina, klub yang pernah berjaya di era Gabriel Batistuta dan pernah mencapai final Liga Konferensi Eropa, kini harus berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Situasi ini juga relevan bagi fans yang mengikuti manajer-manajer top Eropa seperti Xabi Alonso yang sejauh ini menikmati awal musim yang jauh lebih baik.

Kronologi Lengkap: Dari Pengangkatan Grosso Hingga Kembalinya Vanoli

Berikut adalah kronologi peristiwa yang berujung pada pergantian pelatih dramatis ini:

  • 5 Juni 2026 — Kontrak Paolo Vanoli berakhir; Fiorentina memutuskan untuk tidak memperpanjang.
  • 8 Juni 2026 — Fabio Grosso resmi diangkat sebagai pelatih kepala dengan kontrak dua tahun.
  • Agustus 2026 — Grosso memenangkan pertandingan Coppa Italia pertamanya, satu-satunya kemenangan dalam masa tugasnya.
  • Pekan 1 Serie A — Fiorentina kalah di pertandingan pembuka liga, awal yang mengecewakan.
  • Pekan 2 Serie A — Kekalahan 3-0 di kandang Frosinone (tim promosi), memperburuk suasana.
  • 6 September 2026 (Pekan 3) — Kekalahan 1-2 di kandang sendiri melawan Torino menjadi pukulan terakhir. Grosso dipecat pada malam yang sama.
  • 7 September 2026 — Paolo Vanoli resmi kembali sebagai pelatih kepala Fiorentina.

Perbandingan Rekam Jejak: Grosso vs Vanoli di Fiorentina

StatistikFabio Grosso (2026-27)Paolo Vanoli (2025-26)
Periode8 Juni – 6 September 20267 November 2025 – 5 Juni 2026
Total pertandingan4 (semua kompetisi)38 (Serie A)
Menang114
Seri011
Kalah313
Persentase menang25%36,84%
Poin per pertandingan (liga)0,001,39
Posisi akhir20 (saat dipecat)15

Tabel di atas menunjukkan kontras yang tajam antara kedua pelatih. Meskipun Vanoli tidak menghasilkan performa yang gemilang, rekornya jauh lebih baik dibandingkan Grosso. Rata-rata 1,39 poin per pertandingan Vanoli di liga — meskipun biasa saja — terlihat seperti pencapaian luar biasa dibandingkan nol poin per pertandingan Grosso.

Apa yang Harus Diperhatikan Selanjutnya

Vanoli akan menghadapi tekanan besar untuk segera membalikkan keadaan. Dengan Fiorentina di posisi terakhir klasemen Serie A, setiap pertandingan menjadi krusial. Tugas-tugas utama yang harus segera ditangani Vanoli meliputi:

  • Memperbaiki lini pertahanan — Kebobolan sembilan gol dalam tiga pertandingan adalah statistik yang sangat mengkhawatirkan. Vanoli harus menemukan stabilitas defensif yang hilang.
  • Membangun kembali kepercayaan diri — Tim yang kalah tiga kali beruntun membutuhkan dorongan mental. Vanoli, yang sudah dikenal para pemain, memiliki keuntungan untuk bisa segera berkomunikasi efektif.
  • Meraih kemenangan pertama — Tiga poin pertama di liga akan menjadi sangat penting untuk memulai pemulihan Fiorentina.
  • Target jangka panjang — Dengan musim masih sangat panjang, menyelamatkan Fiorentina dari degradasi kembali menjadi prioritas utama, persis seperti yang ia lakukan musim lalu.

Drama pelatih di Fiorentina ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub lain di Serie A dan seluruh Eropa tentang pentingnya proses rekrutmen pelatih yang matang. Keputusan untuk mengganti Vanoli dengan Grosso di musim panas ternyata berujung pada bencana, dan klub harus membayar mahal — secara finansial maupun sportif — untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Bagi para penggemar sepak bola yang juga mengikuti perkembangan pelatih-pelatih top dunia seperti José Mourinho, kisah Grosso dan Vanoli di Fiorentina menunjukkan betapa tipisnya garis antara sukses dan kegagalan dalam sepak bola modern. Seorang pahlawan Piala Dunia pun tidak kebal dari pemecatan dini ketika hasil tidak berpihak.

Kembalinya Vanoli ke Stadio Artemio Franchi adalah cerita tentang kesempatan kedua — sesuatu yang jarang terjadi di dunia sepak bola. Apakah ia bisa memanfaatkannya dengan lebih baik kali ini, hanya waktu yang akan menjawab. Yang pasti, tekanan untuk berhasil kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya.

Sources

Photo: Antonio Fraioli, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 55

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *