Mac Allister Sedih Liverpool Tak Tawarkan Kontrak Baru, Akui Sempat Pertimbangkan Hengkang

Ditinjau oleh Eko Nugroho
Ringkasan

Alexis Mac Allister ungkap kesedihan karena Liverpool tidak tawarkan kontrak baru. Gelandang Argentina akui sempat pertimbangkan hengkang pada musim panas 2026.

10 menit baca

Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, pada Selasa 8 September 2026 mengungkapkan rasa kecewa dan kesedihannya setelah klub tidak menawarkan perpanjangan kontrak kepadanya. Pemain internasional Argentina berusia 27 tahun itu juga mengakui sempat mempertimbangkan opsi transfer pada musim panas lalu, menjelang laga Liga Champions melawan Atletico Madrid di Anfield pada 9 September 2026.

“Seperti yang semua orang tahu, saya menerima kabar bahwa klub tidak dalam posisi untuk menawarkan kontrak baru kepada saya, dan itu membuat saya sangat, sangat sedih,” ujar Mac Allister dalam konferensi pers pra-pertandingan yang dilaporkan oleh Sky Sports pada 8 September 2026. Pernyataan mengejutkan ini menambah daftar panjang ketidakpastian di tubuh Liverpool, yang baru saja kehilangan direktur olahraga Richard Hughes ke Al-Hilal pada 5 September 2026.

Kutipan Lengkap Mac Allister: “Tidak Ada Percakapan Langsung dengan Saya”

Dalam sesi media yang berlangsung satu hari sebelum pertandingan Liga Champions matchday 1 melawan Atletico Madrid, Mac Allister memberikan penjelasan lebih rinci tentang situasi kontraknya. Ketika ditanya apakah pihak klub memberikan alasan spesifik mengapa tidak ada tawaran perpanjangan, pemain kelahiran Santa Rosa, La Pampa, Argentina itu menjawab dengan jujur.

“Sebenarnya tidak ada alasan yang jelas. Tidak ada percakapan langsung dengan saya — semuanya melalui agen saya,” ungkap Mac Allister seperti dilansir Sky Sports. “Saya tidak ingin mengatakan hal-hal yang mereka tidak pernah katakan, tetapi yang saya dapatkan dari agen saya adalah bahwa mereka tidak dalam posisi untuk memperpanjang kontrak saya.”

Mac Allister juga secara terbuka mengakui bahwa ia memiliki kesempatan untuk meninggalkan Anfield pada jendela transfer musim panas 2026. Reuters melaporkan bahwa gelandang tersebut menyatakan ia telah “mempertimbangkan opsi transfer” selama musim panas, meskipun pada akhirnya ia memilih untuk tetap bertahan di Merseyside.

Kontrak Mac Allister Tersisa Dua Tahun: Detail dan Implikasinya

Mac Allister bergabung dengan Liverpool dari Brighton & Hove Albion pada 8 Juni 2023 dengan biaya transfer sebesar £35 juta. Ia menandatangani kontrak berdurasi lima tahun yang akan berakhir pada musim panas 2028. Artinya, per September 2026, gelandang Argentina itu memiliki sisa kontrak kurang dari dua tahun.

Situasi ini menjadi perhatian serius karena dalam dunia sepakbola modern, pemain yang memasuki tahun-tahun terakhir kontraknya tanpa perpanjangan akan mengalami penurunan nilai transfer. Klub berisiko kehilangan aset bernilai tinggi dengan harga murah atau bahkan secara gratis. Menurut laporan BBC Sport, keputusan mengenai apakah akan memperpanjang kontrak Mac Allister bisa menjadi prioritas pada Januari atau musim panas berikutnya jika tidak ada kesepakatan tercapai.

Yang membuat situasi ini semakin mencolok adalah fakta bahwa dua rekan setim Mac Allister di lini tengah Liverpool, yakni Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, sudah mendapatkan perpanjangan kontrak jangka panjang pada tahun ini. Kontras ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar dan pengamat: mengapa Mac Allister, yang merupakan salah satu pemain kunci Liverpool sejak kedatangannya, tidak mendapatkan perlakuan serupa?

Statistik Mac Allister di Liverpool: Kontribusi Konsisten Selama Tiga Musim

Sejak bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2023, Mac Allister telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa sebagai pilar lini tengah The Reds. Berikut adalah catatan penampilannya berdasarkan data dari Wikipedia dan StatMuse yang terupdate hingga 23 Agustus 2026:

MusimKompetisiPenampilanGol
2025-26Semua Kompetisi555
2024-25Semua Kompetisi497
2023-24Semua Kompetisi467
Total LiverpoolSemua Kompetisi15119

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Mac Allister adalah salah satu pemain dengan tingkat kehadiran tertinggi di skuad Liverpool. Pada musim 2025-26 saja, ia tampil dalam 37 pertandingan Liga Primer dengan mencatatkan 2 gol dan 4 assist di liga, ditambah 3 gol dan 1 assist dalam 12 penampilan Liga Champions.

Pada awal musim 2026-27 yang baru berjalan, Mac Allister sudah tampil dalam 3 pertandingan dengan 2 kali menjadi starter, mengumpulkan 188 menit bermain. Gelandang ini mencetak rating rata-rata 6,95 dari FotMob, angka yang solid meskipun belum mencatatkan gol atau assist.

Kekacauan di Balik Layar: Kepergian Richard Hughes ke Al-Hilal

Pengakuan Mac Allister tidak bisa dipisahkan dari konteks ketidakstabilan yang sedang melanda struktur manajemen Liverpool. Pada 5 September 2026, hanya tiga hari sebelum pernyataan Mac Allister, klub mengonfirmasi bahwa direktur olahraga Richard Hughes telah mundur dari jabatannya setelah bertugas selama dua tahun untuk bergabung dengan Al-Hilal di Liga Pro Saudi.

Hughes adalah orang yang bertanggung jawab atas kebijakan transfer dan negosiasi kontrak di Liverpool. Kepergiannya berarti Liverpool kini mencari direktur olahraga kelima sejak 2022, sebuah tingkat pergantian yang tidak lazim untuk klub sekaliber Liverpool. Menurut BBC, Mike Gordon, presiden Fenway Sports Group (FSG), kini mengawasi proses pencarian pengganti Hughes dan ingin melakukan penunjukan secepat mungkin.

Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah ketidakpastian posisi direktur olahraga inilah yang menyebabkan tertundanya tawaran kontrak baru untuk Mac Allister? Dengan tidak adanya pejabat senior yang berwenang untuk mengambil keputusan strategis jangka panjang, negosiasi kontrak bisa saja tertunda secara prosedural, bukan karena keputusan sportif.

Perjalanan Karier Mac Allister: Dari La Pampa hingga Juara Dunia

Alexis Mac Allister lahir pada 24 Desember 1998 di Santa Rosa, ibu kota provinsi La Pampa, Argentina. Ia berasal dari keluarga pesepakbola — ayahnya, Carlos Mac Allister, juga merupakan mantan pemain profesional dan pernah bermain untuk Boca Juniors serta timnas Argentina. Warisan sepakbola ini menanamkan fondasi yang kuat bagi Alexis sejak usia dini.

Mac Allister memulai karier profesionalnya di Argentinos Juniors sebelum pindah ke Brighton & Hove Albion pada 2019. Ia sempat dipinjamkan ke Boca Juniors pada musim 2019-20 sebelum kembali ke Inggris dan menjadi pemain reguler di Brighton. Di bawah asuhan Roberto De Zerbi, Mac Allister berkembang pesat dan menarik perhatian klub-klub besar Eropa.

Momen paling gemilang dalam kariernya datang pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika ia menjadi bagian integral dari skuad Argentina yang menjuarai turnamen tersebut. Mac Allister mencetak gol penting dalam kemenangan 2-0 atas Polandia di fase grup dan menjadi starter reguler sepanjang turnamen, termasuk di final dramatis melawan Prancis yang berakhir dengan kemenangan adu penalti.

Keberhasilan di Piala Dunia itulah yang semakin meyakinkan Liverpool untuk menggelontorkan £35 juta pada Juni 2023. Kisah perjalanan Mac Allister dari kota kecil di La Pampa hingga menjadi juara dunia dan pilar lini tengah Liverpool merupakan salah satu narasi paling inspiratif dalam sepakbola modern.

Midfielder in red jersey controlling ball in packed floodlit stadium

Konteks Liverpool Musim 2026-27: Transisi yang Belum Tuntas

Liverpool saat ini berada dalam fase transisi yang kompleks. Setelah kepergian Jürgen Klopp pada akhir musim 2023-24, klub menunjuk Arne Slot sebagai pelatih baru. Slot, yang sebelumnya sukses bersama Feyenoord di Eredivisie, membawa filosofi permainan yang berbeda dan membutuhkan waktu adaptasi.

Pada musim 2025-26, Liverpool tampil kompetitif di bawah Slot dengan Mac Allister sebagai salah satu pemain yang paling sering diandalkan. Namun, perubahan struktural terus terjadi di belakang layar. Kepergian Hughes ke Al-Hilal menandai ketidakstabilan kelima di posisi direktur olahraga dalam waktu empat tahun — sebuah rekor yang menggambarkan tantangan FSG dalam membangun struktur keputusan yang berkelanjutan.

Di sisi lapangan, Liverpool memulai musim 2026-27 dengan hasil yang beragam. Pada pertandingan Liga Primer awal musim, The Reds menunjukkan performa yang fluktuatif, termasuk kemenangan meyakinkan di beberapa laga namun juga kebobolan yang tidak perlu di pertandingan lainnya. Laga Liga Champions melawan Atletico Madrid pada 9 September 2026 di Anfield menjadi ujian penting pertama di panggung Eropa musim ini.

Reaksi Pengamat: Mac Allister Layak Mendapat Perpanjangan

Pernyataan Mac Allister segera memicu reaksi luas di kalangan pengamat sepakbola. Banyak yang berpendapat bahwa gelandang Argentina itu adalah pemain yang seharusnya menjadi prioritas untuk diperpanjang kontraknya, mengingat kontribusinya yang konsisten dan perannya sebagai penghubung antara lini pertahanan dan serangan Liverpool.

The Athletic, dalam laporan yang diterbitkan pada 8 September 2026, mencatat bahwa Mac Allister telah mempertimbangkan untuk meninggalkan Liverpool setelah merasa “sangat sedih” atas keengganan klub untuk membuka diskusi kontrak baru. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa ketidakhadiran tawaran kontrak bukan berarti klub ingin menjualnya — Liverpool masih menganggap Mac Allister sebagai bagian penting dari rencana mereka, tetapi situasi finansial dan struktural saat ini membuat perpanjangan belum memungkinkan.

Kontras antara perlakuan terhadap Mac Allister dan rekan setimnya semakin memperkuat narasi ketidakpuasan. Dominik Szoboszlai, yang bergabung dengan Liverpool pada periode yang sama dengan Mac Allister pada musim panas 2023, sudah mengantongi kontrak baru jangka panjang. Hal yang sama berlaku untuk Ryan Gravenberch, yang juga mendapatkan perpanjangan kontrak tahun ini. Fakta bahwa kedua pemain ini sudah diamankan sementara Mac Allister belum, menimbulkan spekulasi tentang prioritas klub yang dipertanyakan.

Potensi Klub Tujuan dan Skenario Transfer

Meskipun Mac Allister menyatakan tetap bertahan di Liverpool untuk saat ini, pengakuannya bahwa ia “mempertimbangkan opsi transfer” membuka spekulasi tentang kemungkinan kepindahannya di masa depan. Dengan kualitas sebagai juara dunia dan pengalaman bermain di level tertinggi, Mac Allister akan menjadi incaran banyak klub top Eropa.

Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich adalah beberapa nama yang secara logis bisa tertarik dengan profil pemain seperti Mac Allister. Selain itu, dengan ekspansi besar-besaran Liga Pro Saudi dalam beberapa tahun terakhir, klub-klub Timur Tengah juga bisa menjadi opsi yang menggiurkan secara finansial. Mengingat mantan direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, baru saja pindah ke Al-Hilal, koneksi tersebut mungkin menjadi jalur yang menarik — meskipun ini masih spekulasi murni pada tahap ini.

Yang jelas, jika Liverpool tidak segera memperjelas situasi kontrak Mac Allister, klub berisiko menghadapi skenario yang sama dengan situasi pemain-pemain bintang lainnya yang meninggalkan klub dengan harga di bawah nilai pasar atau bahkan secara gratis. Pengalaman Bosman — di mana pemain bisa bernegosiasi dengan klub lain enam bulan sebelum kontraknya berakhir — bisa menjadi ancaman nyata jika negosiasi tidak dimulai dalam waktu dekat.

Mac Allister dan Timnas Argentina: Faktor Pengaruh

Selain situasi di Liverpool, Mac Allister juga memiliki komitmen internasional yang signifikan. Sebagai pemain reguler timnas Argentina, ia terus dipanggil oleh pelatih Lionel Scaloni untuk berbagai turnamen dan pertandingan kualifikasi. Status sebagai pemenang Piala Dunia 2022 memberikannya posisi yang hampir tak tergoyahkan di skuad La Albiceleste.

Dengan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Mac Allister memiliki motivasi ekstra untuk bermain di level tertinggi dan memastikan performanya tetap optimal. Kekhawatiran bahwa situasi kontrak yang tidak menentu bisa memengaruhi konsentrasinya di lapangan tentu menjadi pertimbangan bagi pihak Liverpool.

Dalam konteks sepakbola Indonesia, di mana Liga Primer Inggris memiliki basis penggemar yang sangat besar, nasib Mac Allister di Liverpool menjadi perhatian khusus. Liverpool termasuk salah satu klub dengan pengikut terbesar di Indonesia, dan situasi kontrak pemain bintang seperti Mac Allister selalu menjadi topik hangat di kalangan suporter Tanah Air.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Menurut berbagai laporan, situasi kontrak Mac Allister kemungkinan besar tidak akan diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan posisi direktur olahraga yang masih kosong, keputusan strategis besar seperti perpanjangan kontrak pemain kunci mungkin harus menunggu hingga penunjukan pejabat baru. BBC Sport menyebutkan bahwa keputusan ini bisa menjadi prioritas pada Januari 2027 atau bahkan musim panas berikutnya.

Sementara itu, fokus utama Mac Allister dalam jangka pendek adalah laga Liga Champions melawan Atletico Madrid pada 9 September 2026 di Anfield. Meskipun ia mungkin tidak menjadi starter — prediksi susunan pemain dari berbagai sumber menunjukkan formasi yang sedikit berbeda — kehadirannya di skuad tetap vital bagi Slot.

Bagi penggemar Liverpool, terutama di Indonesia, perkembangan ini patut diikuti dengan cermat. Mac Allister adalah tipe pemain yang menggabungkan kecerdasan taktis, kemampuan teknis tinggi, dan mentalitas juara — kombinasi yang langka dan sulit digantikan. Jika Liverpool tidak segera bertindak, mereka berisiko kehilangan salah satu aset terbaik mereka di era pasca-Klopp.

Situasi ini juga menjadi cerminan dari tantangan yang dihadapi klub-klub besar dalam era sepakbola modern. Persaingan finansial dari Liga Pro Saudi, ketidakstabilan manajemen, dan ekspektasi pemain yang semakin tinggi menciptakan dinamika yang kompleks. Bagaimana FSG menangani kasus Mac Allister akan menjadi indikator penting tentang arah dan ambisi Liverpool ke depan.

Sources

Photo: Bryan Berlin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 55

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *