Donyell Malen Brace Bawa Roma Hajar Lecce 4-0, Puncaki Klasemen Serie A 2026-27

Ringkasan

Donyell Malen cetak dua gol, Matias Soule dan Rodrigo Mora menambah pundi, AS Roma hancurkan Lecce 4-0 dan pimpin klasemen Serie A 2026-27.

9 menit baca
Reviewed by Eko Nugroho

AS Roma membungkam tuan rumah Lecce dengan skor telak 4-0 di Stadio Comunale Ettore Giardiniero, Lecce, pada Minggu malam, 31 Agustus 2026, dalam laga pekan kedua Serie A 2026-27. Donyell Malen menjadi bintang utama dengan mencetak brace sensasional pada menit ke-4 dan ke-23, sebelum Matías Soulé dan Rodrigo Mora melengkapi pesta gol I Lupi yang kini bertengger di puncak klasemen sementara Serie A dengan raihan sempurna enam poin dari dua laga.

Kemenangan meyakinkan ini menegaskan ambisi Roma di musim baru setelah mendatangkan sejumlah pemain berkualitas pada jendela transfer musim panas 2026. Bagi Malen secara pribadi, dua gol ini menjadi pernyataan terkuat sejak kepindahannya dari Aston Villa ke Olimpico awal tahun ini—sebuah malam yang akan lama dikenang oleh pendukung setia Roma.

Malen Langsung Pecah Kebuntuan di Menit Keempat

Roma tidak memberi waktu bernapas kepada Lecce sejak menit pertama. Baru empat menit berjalan, Donyell Malen sudah membuka papan skor setelah menerima umpan terobosan dari Wesley dan menyelesaikannya dengan tenang melewati kiper Lecce. Gol pembuka secepat itu langsung mematikan semangat tuan rumah dan memberi Roma fondasi yang kokoh untuk mendominasi pertandingan.

Roma tampil dengan struktur taktis yang matang—menguasai bola dengan dominasi penguasaan sebesar 61,1 persen dan menekan Lecce hampir di setiap lini. Serangannya terorganisasi, transisi cepatnya mengancam, dan setiap kali Roma merebut bola, bahaya selalu mengintai gawang Lecce. Menurut laporan Football Italia, nilai expected goals (xG) Roma dalam laga ini mencapai 3,27—jauh di atas Lecce yang hanya 0,8.

Brace Malen dalam 23 Menit: Penampilan yang Menghancurkan

Jika gol pertama sudah mengejutkan, yang kedua semakin mempermalukan Lecce. Pada menit ke-23, Malen kembali membuktikan ketajamannya dengan gol kedua—kali ini dengan sentuhan yang lebih individual setelah berhasil melewati satu bek Lecce sebelum mengirim bola ke sudut gawang. Dua gol dalam 23 menit pertama mengakhiri pertandingan secara efektif sebagai kontestasi kompetitif.

Bagi penyerang Belanda berusia 27 tahun itu, malam ini adalah jawaban sempurna bagi para pengkritik yang meragukan adaptasinya di Roma. Lahir pada 19 Januari 1999 di Waalwijk, Belanda, Malen memulai karier profesionalnya di Arsenal Academy sebelum berkembang di PSV Eindhoven—di mana ia mencetak 40 gol dalam dua musim dan menarik perhatian klub-klub top Eropa. Borussia Dortmund kemudian merekrutnya pada 2021 dengan biaya sekitar €30 juta, dan meski penampilannya inkonsisten di Bundesliga, ia tetap menjadi pemain yang ditakuti karena kecepatannya.

Perpindahan ke Aston Villa membuka babak baru, namun Malen akhirnya mendarat di Roma pada Januari 2026 dalam sebuah kesepakatan pinjaman dengan kewajiban beli. Berdasarkan laporan BBC Sport, biaya pinjaman awal sebesar sekitar €2 juta, dengan obligasi pembelian senilai €25 juta yang akan aktif jika syarat-syarat tertentu terpenuhi. Penampilan di Lecce menunjukkan bahwa Roma mendapatkan lebih dari yang mereka bayar.

Soulé Tambah Gol Ketiga: Wajah Argentina di Roma

Hanya dua menit setelah gol kedua Malen, pada menit ke-25, Matías Soulé menambah pundi gol Roma menjadi 3-0 dan sekaligus memperkuat status I Lupi sebagai tim yang paling ditakuti di Serie A musim ini. Momen tersebut disambut riuh oleh para pendukung Roma yang hadir, sekaligus membuat babak pertama berakhir dengan skor telak 3-0.

Soulé, yang lahir di Mar del Plata, Argentina, pada 15 April 2003, adalah salah satu dari jajaran pemain muda paling berbakat yang pernah dicetak sepak bola Argentina dalam beberapa tahun terakhir. Ia bergabung dengan akademi Juventus sebagai remaja berbakat sebelum dipinjamkan ke berbagai klub Serie A untuk mengasah pengalamannya. Roma akhirnya mengakuisisinya secara permanen dari Juventus pada 30 Juli 2024 dengan biaya sekitar €25,6 juta ditambah bonus hingga €4 juta—sebuah investasi yang kini terlihat semakin masuk akal seiring performa konsistennya.

Roma saat ini memiliki beberapa pemain berdarah Argentina dalam skuad mereka, dan Paulo Dybala—bintang yang sudah menjadi ikon di Olimpico—tetap menjadi nama yang paling dikenal. Kehadiran sejumlah pemain Argentina memberi Roma sebuah identitas teknis yang khas: kreativitas, keberanian membawa bola, dan naluri menyerang yang melekat dalam DNA sepak bola Argentina. Suporter Roma bahkan menjuluki tim mereka "Roma rasa Argentina" berkat dominasi kultur sepak bola Amerika Selatan di dalam skuad mereka.

Pemain AS Roma merayakan gol dalam kemenangan 4-0 atas Lecce di Serie A 2026

Mora Tutup Pesta: Roma Menang 4-0

Rodrigo Mora melengkapi kemenangan gemilang Roma pada menit ke-65 dengan gol keempat yang membuat skor akhir 4-0. Gol tersebut dibantu oleh umpan matang Gianluca Mancini, bek andalan Roma. Moran sempat merepotkan lini pertahanan Lecce sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang—menegaskan bahwa Roma tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain bintang, tetapi memiliki kedalaman skuad yang berbahaya.

Babak kedua memang lebih tenang dibanding babak pertama yang penuh gol, tetapi Roma tetap tampil serius dan menjaga intensitas. Lecce tidak mampu menemukan celah di pertahanan kokoh Roma, dan selain gol keempat itu, Roma juga nyaris menambah gol melalui beberapa percobaan yang membentur tiang dan memaksa kiper Lecce bekerja keras. Keunggulan xG Roma sebesar 3,27 mencerminkan dominasi total mereka sepanjang 90 menit.

Statistik Pertandingan: Dominasi Total Roma

StatistikLecceAS Roma
Gol04
Penguasaan Bola29,0%61,1%
Expected Goals (xG)0,83,27
Pencetak GolMalen (4′, 23′), Soulé (25′), Mora (65′)
AsistenWesley, Mancini
Skor Babak Pertama03

Angka-angka di atas berbicara jelas: ini bukan sekadar kemenangan biasa. Roma merupakan tim yang jauh lebih superior dalam segala aspek permainan—baik dari segi teknis, fisik, maupun taktis. Lecce, yang berjuang untuk bertahan di Serie A musim ini, tidak memiliki jawaban untuk mengimbangi kecepatan dan kreativitas lini serang Roma.

Roma di Puncak Klasemen Serie A 2026-27

Kemenangan 4-0 ini mengangkat Roma ke puncak klasemen sementara Serie A 2026-27 dengan perolehan enam poin sempurna dari dua laga. Sebelumnya, Roma juga menang pada pekan pertama, menunjukkan bahwa musim baru ini mereka hadir dengan ambisi yang lebih besar dari sebelumnya.

Bagi penggemar sepak bola Italia, momen ini mengingatkan kembali pada era-era kejayaan Roma di awal 2000-an ketika mereka bersaing ketat dengan Juventus dan AC Milan untuk scudetto. Dengan skuad yang kini diperkuat pemain-pemain bertalenta seperti Malen, Soulé, Dybala, dan para bintang lainnya, pertanyaannya bukan lagi apakah Roma bisa bersaing untuk gelar juara—melainkan seberapa serius mereka bisa mempertahankan momentum ini sepanjang musim.

Menurut laporan ESPN, Roma memasuki Matchweek 2 sebagai salah satu tim dengan form terbaik di liga, dan kemenangan telak ini hanya memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kandidat utama titel Serie A musim ini.

Latar Belakang Donyell Malen: Perjalanan Panjang Menuju Roma

Donyell Malen adalah salah satu penyerang paling menarik di Eropa dalam satu dekade terakhir—bukan karena gelar yang sudah ia raih, tetapi karena perjalanan karier yang penuh liku yang akhirnya membawanya ke titik terbaik di Roma pada usia 27 tahun.

Lahir di Waalwijk, Belanda Selatan, Malen menunjukkan bakat luar biasa sejak usia dini. Ia bergabung dengan akademi Arsenal di Inggris sebagai remaja—sebuah langkah berani yang menunjukkan ambisi besar dirinya dan keluarganya. Namun, karier profesionalnya benar-benar lepas landas setelah ia kembali ke Belanda dan bergabung dengan PSV Eindhoven. Di sana, ia mencetak lebih dari 40 gol dalam dua musim, termasuk performa luar biasa di Liga Europa yang menarik perhatian Borussia Dortmund.

Di BVB, Malen menghadapi tantangan yang berbeda. Bundesliga yang lebih fisik dan kompetitif memaksanya beradaptasi, dan meski penampilannya tidak selalu konsisten, ia tetap menjadi kontribusi penting untuk serangan Dortmund yang dinamis bersama nama-nama seperti Erling Haaland pada periode awal. Setelah BVB, kepindahannya ke Aston Villa di Premier League memberi warna baru dalam kariernya, meski ia tidak selalu menjadi pilihan utama di sana.

Roma melihat potensi yang belum sepenuhnya tergali dalam diri Malen dan mengambilnya pada Januari 2026. Kini, dengan kepercayaan penuh dari staf pelatih dan lingkungan yang tepat di Olimpico, Malen tampaknya akhirnya menemukan rumahnya—dan musim 2026-27 baru saja dimulai.

Matías Soulé dan Warisan Sepak Bola Argentina di Roma

Kisah Matías Soulé di Roma adalah narasi tentang kepercayaan dan pembuktian diri. Pemuda kelahiran Mar del Plata ini mengikuti jejak banyak bintang Argentina yang memilih Italia sebagai panggung pembuktian diri—dari Omar Sivori di era klasik, Diego Maradona di Napoli, hingga Paulo Dybala yang kini menjadi legenda hidup di Olimpico.

Soulé bergabung dengan akademi Juventus sebagai pemain muda berbakat, dan klub Turin itu melihat dalam dirinya kemampuan teknis di atas rata-rata—kemampuan dribbling yang tajam, visi permainan yang matang, dan insting mencetak gol yang tidak bisa diajarkan. Setelah serangkaian pinjaman yang memoles kemampuannya, Roma mengakuisisinya secara permanen pada Juli 2024 dengan paket deal sekitar €25,6 juta.

Dalam musim pertamanya di Roma, Soulé membuktikan bahwa investasi tersebut layak. Dan pada malam 31 Agustus 2026 di Lecce, ia menambahkan satu lagi bab dalam kisah kebangkitannya—gol di menit ke-25 yang menutup pertandingan sebagai sebuah kontestasi sebelum babak pertama berakhir.

Untuk konteks yang lebih luas tentang tren transfer Serie A musim ini, termasuk bagaimana klub-klub Italia berebut tanda tangan pemain top, baca juga liputan kami tentang Mourinho yang menyebut Bellingham sebagai kandidat Ballon d’Or 2026—sebuah perspektif menarik tentang bagaimana para pelatih top dunia menilai pemain terbaik saat ini.

Apa Selanjutnya untuk Roma dan Lecce?

Dengan enam poin sempurna dari dua laga, Roma akan melanjutkan perjalanan Serie A mereka dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka akan berhadapan dengan tim-tim besar Italia dalam beberapa pekan ke depan, dan pertanyaan terbesarnya adalah apakah trio Malen-Soulé-Mora—ditambah kemungkinan kembalinya Dybala yang fit—bisa mempertahankan konsistensi ini menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh.

Bagi Lecce, kekalahan 4-0 ini merupakan pukulan berat—terutama karena mereka menerimanya di kandang sendiri. Dengan nol poin dari dua laga, Lecce akan berjuang keras untuk menemukan formula yang tepat guna keluar dari zona bahaya degradasi. Tim mereka perlu melakukan evaluasi mendalam, baik dari sisi taktis maupun mental, sebelum menghadapi laga berikutnya.

Dari perspektif Serie A secara keseluruhan, dominasi Roma di awal musim ini menambah daftar panjang kandidat scudetto yang kompetitif. Bersama Inter Milan yang juga memulai musim dengan kuat—seperti dilaporkan dalam berbagai media Italia—persaingan di puncak klasemen Serie A musim 2026-27 menjanjikan drama yang luar biasa bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia, termasuk basis penggemar besar Serie A di Indonesia yang selalu antusias memantau setiap laga I Lupi.

Satu hal yang pasti: nama Donyell Malen kini sudah terukir dalam sejarah kemenangan terbesar Roma di awal musim 2026-27. Dan jika malam di Lecce adalah pertanda masa depan, maka pendukung Roma boleh bermimpi besar musim ini.

Sources

Photo: Sandro Halank, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *