Kisah masa kecil yang belum terungkap dan biografi para bintang sepak bola

Ian Wright Kecam Arsenal: Perlakuan Arteta terhadap Martinelli ‘Tidak Hormat’ dan Rekan Setim Kecewa
Ringkasan
Ian Wright kecam Arsenal atas perlakuan 'tidak hormat' terhadap Gabriel Martinelli. Rekan setim kecewa, transfer £40 juta diduga disetujui.
Daftar Isi
- 1 Ian Wright: “Ini Tidak Hormat”
- 2 Rekan Setim Martinelli Dilaporkan Tidak Nyaman
- 3 Kronologi: Dari Bintang Premier League Menjadi Pemain yang Tidak Diinginkan
- 4 Kontrak Satu Tahun: Mengapa Ini Jadi Masalah Besar
- 5 Arteta dan Filosofi Transfer Arsenal: Tanpa Kompromi
- 6 Profil Gabriel Martinelli: Perjalanan dari Brasil ke Emirates
- 7 Reaksi Publik dan Media: Pertanda Buruk bagi Arsenal?
- 8 Apa Selanjutnya: Ke Mana Martinelli akan Pergi?
- 9 Dampak bagi Timnas Brasil dan Karier Internasional Martinelli
- 10 Sources
Mikel Arteta mendapat kritik keras dari legenda Arsenal Ian Wright menyusul keputusannya mencoret Gabriel Martinelli dari skuad tim untuk dua laga pertama Premier League musim 2026/27, dengan laporan yang menyebut manajemen Arsenal secara aktif mendorong winger asal Brasil itu keluar sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Situasi ini kini memicu keretakan di internal skuad, dengan sejumlah pemain dilaporkan tidak nyaman atas cara penanganan kasus Martinelli, menurut laporan Metro UK tertanggal 24 Agustus 2026.
Martinelli, 25 tahun, tidak masuk skuad Arsenal untuk pertandingan pembuka Liga Inggris maupun laga Community Shield sebelumnya melawan Coventry City — sebuah keputusan yang menurut sumber di dalam klub merupakan sinyal jelas bahwa Arteta telah memberi tahu sang pemain untuk mencari klub baru sebelum tenggat transfer berakhir. Kontrak Martinelli dengan Arsenal hanya tersisa satu tahun lagi, yang semakin menekan posisinya di Emirates Stadium.
Ian Wright: “Ini Tidak Hormat”
Legenda Arsenal Ian Wright tidak menyembunyikan kekecewaannya atas situasi yang menimpa Martinelli. Dalam pernyataan yang pertama kali dilaporkan Metro pada 21 Agustus 2026, Wright menyebut perlakuan Arsenal terhadap Martinelli sebagai sesuatu yang membuatnya merasa “sangat tidak nyaman” dan menilai situasi tersebut sebagai “tidak hormat”.
“Ini benar-benar menyedihkan. Jika memang kalian ingin dia pergi, ada cara untuk melakukannya,” ujar Wright. “Tapi cara seperti ini, dengan tidak memasukkannya ke dalam skuad sama sekali — itu yang membuatku merasa tidak nyaman dan sedih.” Wright, yang selama 18 tahun membela Arsenal dan merupakan salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub, menegaskan bahwa Martinelli layak mendapat perlakuan yang lebih terhormat mengingat dedikasinya kepada Arsenal.
Wright juga menambahkan bahwa Arsenal sebagai institusi harus menjaga martabat pemain saat merencanakan eksodus transfer, bukan dengan cara membuat pemain merasa diabaikan di depan publik. Kritik Wright menjadi sorotan di media-media Inggris dan mendapat resonansi besar dari para pendukung Arsenal di seluruh dunia, termasuk basis fans besar di Indonesia.
Rekan Setim Martinelli Dilaporkan Tidak Nyaman
Menurut laporan Metro edisi 24 Agustus 2026, perlakuan Arteta terhadap Martinelli telah menimbulkan “rasa tidak nyaman” di dalam ruang ganti Arsenal. Sumber dari Brasil mengungkapkan bahwa sebagian pemain setim Martinelli tidak setuju dengan cara pelatih asal Spanyol itu menangani situasi ini, meski mereka memahami bahwa keputusan bisnis transfer sepenuhnya berada di tangan manajemen.
Laporan yang sama juga menyebut bahwa Martinelli sendiri telah menyetujui kepindahan senilai £40 juta — atau sekitar Rp 835 miliar — meski klub tujuan belum dikonfirmasi secara resmi pada saat penulisan artikel ini. Penting untuk dicatat bahwa kepindahan tersebut belum resmi dan belum diumumkan secara ofisial; semua yang beredar masih dalam tahap laporan dan sumber anonim, bukan konfirmasi dari Arsenal maupun pemain bersangkutan.
Kronologi: Dari Bintang Premier League Menjadi Pemain yang Tidak Diinginkan
Gabriel Martinelli bergabung dengan Arsenal dari Ituano FC, Brasil, pada Juli 2019 saat usianya baru 17 tahun dengan nilai transfer sekitar £6 juta. Dalam tujuh musim di Emirates Stadium, Martinelli berevolusi dari pemuda berbakat tak dikenal menjadi salah satu winger paling menakutkan di Premier League. Puncak kariernya bersama Arsenal terjadi pada musim 2022/23 ketika ia membantu Arsenal finis sebagai runner-up Liga Inggris — musim terbaik Arsenal dalam dua dekade terakhir.
Martinelli dikenal dengan kecepatan eksplosif, kemampuan pressing intens, dan kemampuannya mencetak gol dari berbagai situasi. Selama di Arsenal, ia mencatatkan puluhan gol dan assist di semua kompetisi, membantu klub meraih titel-titel domestik dan mencapai fase-fase lanjut di Eropa. Namun musim ini, Arteta secara mengejutkan tidak memasukkannya ke dalam skuad sejak awal, tanpa penjelasan publik yang memuaskan.
Sebelumnya, pada tahap community shield, Arteta pernah berkata kepada TNT Sports bahwa Martinelli “sangat penting bagi kami” dan bahwa mereka “layak berada di dalam skuad, tidak ada pertanyaan.” Pernyataan ini justru semakin membingungkan para pengamat karena bertolak belakang dengan fakta di lapangan, di mana Martinelli terus-menerus dikecualikan dari skuad pertandingan resmi.
| Musim | Kompetisi | Status Martinelli |
|---|---|---|
| 2022/23 | Premier League | Starter reguler, Arsenal runner-up |
| 2024/25 | Premier League | Rotasi, persaingan ketat di sayap |
| 2025/26 | Premier League | Peran berkurang, cedera mengganggu |
| 2026/27 (awal) | Premier League | Tidak masuk skuad, didorong keluar |
Kontrak Satu Tahun: Mengapa Ini Jadi Masalah Besar
Fakta bahwa Martinelli hanya memiliki satu tahun sisa kontrak di Arsenal adalah inti dari seluruh drama ini. Dari perspektif bisnis, Arsenal berada dalam posisi sulit: jika mereka tidak menjual Martinelli sekarang, mereka berisiko kehilangan pemain senilai puluhan juta pound secara gratis pada musim panas 2027. Ini adalah skenario yang ingin dihindari oleh hampir setiap klub sepak bola modern.
Dinamika kontrak ini juga menjelaskan mengapa Arteta tiba-tiba berubah sikap dari “Martinelli sangat penting bagi kami” menjadi tidak memasukkannya ke dalam skuad sama sekali. Ini adalah taktik yang kerap digunakan di sepak bola modern — membuat pemain yang tidak diperpanjang kontraknya merasa tidak nyaman agar bersedia pindah lebih cepat, sehingga klub bisa mendapat dana segar. Namun taktik ini, meski lazim secara bisnis, sering kali memanen kritik dari sisi kemanusiaan.
Situasi Martinelli mengingatkan pada beberapa kasus serupa di Liga Inggris. Pemain-pemain seperti Philippe Coutinho di Liverpool (2018) dan Romelu Lukaku di Chelsea (2021) juga pernah mengalami periode di mana mereka secara de facto dikucilkan dari tim agar kepindahan mereka bisa segera terwujud. Pola ini menjadi semakin umum seiring kompetisi transfer musim panas yang semakin ketat.
Musim Premier League 2026/27 sendiri sudah berjalan dengan penuh kejutan. Seperti yang dilaporkan dalam liputan pembuka Premier League, Brighton menghancurkan Aston Villa 4-0 — sebuah hasil yang menunjukkan betapa kompetitifnya liga musim ini, dan mengapa Arsenal merasa perlu melakukan penyesuaian skuad secara agresif.
Arteta dan Filosofi Transfer Arsenal: Tanpa Kompromi
Mikel Arteta, yang mulai melatih Arsenal sejak Desember 2019, dikenal sebagai pelatih yang menerapkan filosofi ketat soal visi permainan dan komposisi skuad. Di bawah arahannya, Arsenal mengangkat trofi FA Cup pada 2020 dan secara konsisten tampil sebagai kandidat juara Liga Inggris. Arteta tidak ragu mengorbankan nama-nama besar demi prinsipnya — termasuk keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak pemain yang tidak masuk rencana jangka panjangnya.
Menurut laporan Football Transfers pada 22 Agustus 2026, Arteta dikritik secara terbuka oleh kalangan dalam Arsenal karena dianggap “brutal” dalam keputusan transfer ini. Sumber dalam artikel tersebut menyebut situasi Martinelli sebagai sesuatu yang “tidak nyaman dan menyedihkan” — frasa yang hampir identik dengan yang digunakan Ian Wright.
Dari sisi taktis, Arteta tampaknya sudah memiliki pengganti yang ia percaya lebih cocok dengan sistem permainan yang ia kembangkan untuk musim ini. Arsenal yang kompetitif — bersaing ketat dengan Manchester City, Liverpool, dan tim-tim kuat lainnya — membutuhkan skuad yang sepenuhnya berkomitmen pada filosofi pelatih, dan seorang pemain yang masa depannya di klub sudah dipertanyakan tentu sulit diharapkan memberikan dedikasi penuh.
Profil Gabriel Martinelli: Perjalanan dari Brasil ke Emirates
Gabriel Silva Martinelli lahir pada 18 Juni 2001 di Guarulhos, São Paulo, Brasil. Ia tumbuh di lingkungan sepak bola Brasil yang kompetitif dan mulai bermain di akademi Ituano FC sebelum ditemukan oleh Arsenal. Bergabung ke Emirates pada usia 17 tahun, Martinelli langsung mencetak kesan mendalam dengan kemampuan fisik dan mentalnya yang matang di atas usianya.
Ia mendebut untuk tim senior Arsenal pada 1 Agustus 2019 dalam laga Community Shield melawan Manchester City. Bagi seorang remaja yang baru saja tiba dari divisi bawah Brasil, penampilan Martinelli langsung menarik perhatian. Musim pertamanya di Arsenal — sebelum pandemi COVID-19 menghentikan sementara Liga Inggris — langsung menjanjikan dengan gol-gol penting di berbagai kompetisi.
Dalam perjalanannya bersama Arsenal, Martinelli memenangkan hati pendukung dengan kerja kerasnya di lapangan, semangat juangnya yang tinggi, dan ketidakseganannya untuk melakukan pressing intens dari lini depan — gaya bermain yang sangat sesuai dengan tuntutan Arteta. Fakta bahwa Arteta kini tampak bersedia mengorbankannya menunjukkan betapa jauhnya hubungan antara pelatih dan pemain telah retak.
Martinelli juga merupakan pemain reguler untuk timnas Brasil, meski bukan selalu starter. Kepindahannya dari Arsenal — jika benar terwujud — akan menjadi tonggak penting dalam kariernya dan membuka babak baru yang penuh ketidakpastian.

Reaksi Publik dan Media: Pertanda Buruk bagi Arsenal?
Kecaman Ian Wright terhadap Arsenal mendapat sambutan luas di media sosial dan komunitas penggemar Arsenal. Banyak pendukung The Gunners yang merasa bahwa cara penanganan kasus Martinelli mencerminkan sisi dingin dari sepak bola modern — di mana keputusan bisnis mengesampingkan loyalitas dan rasa kemanusiaan.
Di platform X (sebelumnya Twitter), tagar yang berkaitan dengan Martinelli dan Arsenal trending di beberapa negara, dengan ribuan cuitan mengekspresikan dukungan kepada sang pemain dan kritik terhadap manajemen Arsenal. Sejumlah jurnalis olahraga terkemuka juga mempertanyakan apakah cara Arsenal menangani situasi ini akan berdampak negatif pada kemampuan mereka merekrut pemain di masa depan — karena pemain muda berbakat mungkin ragu bergabung dengan klub yang dipersepsikan tidak memperlakukan pemainnya dengan hormat.
Di Indonesia, komunitas penggemar Arsenal yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara juga ramai membicarakan situasi ini. Martinelli adalah favorit banyak Gooners Indonesia karena semangat dan energinya di lapangan. Kepergiannya — jika terjadi — akan menjadi kehilangan emosional bagi basis fans yang sudah lama mendukungnya.
Sejumlah mantan pemain Arsenal lainnya juga angkat bicara meski dalam nada yang lebih moderat, mengakui bahwa keputusan bisnis memang sering kali tidak bisa dihindari dalam sepak bola modern, namun menekankan pentingnya menjaga martabat setiap pemain dalam proses tersebut. Awal musim Premier League ini memang penuh drama di berbagai klub, seperti yang terlihat dari hasil-hasil mengejutkan pekan pembuka liga.
Apa Selanjutnya: Ke Mana Martinelli akan Pergi?
Jendela transfer musim panas 2026 akan segera menutup dalam hitungan hari. Berdasarkan laporan yang beredar, Martinelli dilaporkan telah menyetujui prinsip kepindahan senilai £40 juta, namun klub tujuan belum dikonfirmasi. Sejumlah nama klub disebut-sebut tertarik, termasuk klub-klub dari Spanyol, Italia, dan kemungkinan kembali ke Brasil — meski semua laporan ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Sebelumnya, detikSport melaporkan bahwa situasi ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan media olahraga Indonesia, dengan banyak pengamat menyoroti sisi manusiawi dari keputusan Arsenal ini. Laporan-laporan yang beredar konsisten menyebut bahwa Arteta telah memberi sinyal jelas kepada Martinelli bahwa masa depannya bukan di Arsenal musim ini.
Yang jelas, kepindahan Martinelli — jika terwujud — harus dicermati dalam konteks yang lebih luas: Arsenal sedang berada di titik kritis dalam perkembangan mereka sebagai kandidat juara Premier League. Setiap keputusan skuad yang Arteta ambil akan berdampak langsung pada kemampuan tim bersaing dengan Manchester City, Liverpool, dan kandidat gelar lainnya di musim yang baru saja dimulai ini.
Perlu diingat juga bahwa kepindahan Martinelli belum resmi dikonfirmasi pada saat artikel ini ditulis. Semua laporan yang beredar — termasuk angka transfer £40 juta — masih bersifat spekulatif dan bersumber dari laporan media, bukan pengumuman resmi Arsenal atau pemain. Pembaca disarankan untuk terus memantau perkembangan resmi dari Arsenal FC.
Dampak bagi Timnas Brasil dan Karier Internasional Martinelli
Situasi di Arsenal tentu berdampak pada posisi Martinelli di timnas Brasil. Pelatih timnas Brasil akan memantau bagaimana perkembangan klub Martinelli selanjutnya — seorang pemain yang tidak mendapat menit bermain reguler di level klub tentu sulit dipertahankan sebagai pilihan utama di level internasional. Dengan Piala Dunia 2026 baru saja usai dan Brasil membangun kembali proyeksi jangka panjang mereka, setiap pemain butuh ritme bermain yang konsisten.
Martinelli membutuhkan kepastian dalam hitungan hari: jika ia tidak menemukan klub baru sebelum jendela transfer ditutup, ia bisa saja terjebak di Arsenal tanpa menit bermain yang memadai hingga Januari 2027. Skenario tersebut adalah yang terburuk bagi seorang pemain berusia 25 tahun yang masih berada di puncak usia emas kariernya.
Dari sisi positif, kepindahan ke liga kompetitif lain — baik La Liga, Serie A, atau bahkan Bundesliga — bisa menjadi batu loncatan yang menyegarkan bagi Martinelli. Beberapa pemain sebelumnya terbukti menemukan kembali performa terbaik mereka setelah meninggalkan Arsenal dalam kondisi serupa, dan karakteristik permainan Martinelli yang enerjik dan agresif sangat dicari oleh banyak pelatih top Eropa saat ini.
Kisah Gabriel Martinelli di Arsenal barangkali belum benar-benar berakhir — negosiasi perpanjangan kontrak masih mungkin terjadi jika tidak ada tawaran yang cocok datang sebelum tenggat. Namun berdasarkan semua sinyal yang ada, musim ini tampaknya menjadi babak terakhir seorang pemain Brasil yang pernah menjadi favorit para penggemar Emirates Stadium. Apa pun yang terjadi, dunia sepak bola — dan jutaan Gooners di Indonesia — akan terus mengikuti perkembangan kisah ini dengan saksama.
Sources
- Dalam pernyataan yang pertama kali dilaporkan Metro pada 21 Agustus 2026 — metro.co.uk
- Menurut laporan Metro edisi 24 Agustus 2026 — metro.co.uk
- detikSport melaporkan — sport.detik.com
- Ian Wright Geram Lihat Perlakuan Arsenal kepada Gabriel … — bola.com
- Simon Jordan tuding pandangan Ian Wright soal Gabriel … — goal.com
Photo: Bryan Berlin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons



