Amorim Keluarkan Rafael Leão dari Proyek AC Milan, Harga Jual Dipangkas ke 40-45 Juta Euro

Ringkasan

Rúben Amorim keluarkan Rafael Leão dari proyek AC Milan. Harga jual dipangkas jadi 40-45 juta euro. Said El Mala jadi target pengganti. Laporan 15 Agustus 2026.

6 menit baca

Rúben Amorim, pelatih kepala AC Milan, secara resmi mencoret Rafael Leão dari proyeknya di San Siro. Menurut laporan Detik Sport pada 15 Agustus 2026, Amorim menginginkan penyerang sayap asal Portugal berusia 27 tahun itu dijual sebelum jendela transfer musim panas tutup, bahkan meminta AC Milan menurunkan banderol harga Leão dari 50–60 juta euro menjadi hanya 40–45 juta euro demi mempercepat kepergiannya.

Keputusan ini mengejutkan banyak kalangan karena Leão selama ini dianggap sebagai salah satu pemain paling berbakat di Serie A. Namun demikian, pelatih asal Portugal itu rupanya sudah bulat tekad bahwa gaya bermain Leão tidak sesuai dengan filosofi sepak bola yang ia terapkan di Milan.

Konfirmasi Langsung dari Pertemuan dengan Pemilik Klub

Menurut laporan Yahoo Sports yang mengutip sumber dari Corriere dello Sport, Amorim secara tegas menegaskan posisinya kepada manajemen klub dalam pertemuan yang melibatkan pemilik Gerry Cardinale. Dalam jam-jam setelah pertemuan puncak tersebut, posisi Leão di luar proyek teknis pelatih disampaikan langsung kepada pihak entourage sang pemain. Ini bukan sekadar wacana — ini adalah keputusan final.

Lebih jauh, Leão sudah ditinggalkan dari skuad laga pramusim terakhir melawan Manchester United di Polandia dengan alasan resmi cedera otot. Namun laporan menyebut bahwa kondisi tersebut mungkin bukan satu-satunya alasan Amorim absenkan Leão — pelatih dilaporkan sengaja tidak menyertakan sang pemain sebagai sinyal kuat kepada pasar transfer.

Filosofi Amorim vs Gaya Bermain Leão: Mengapa Tidak Cocok

Amorim dikenal dengan sistem permainan yang menuntut para penyerangnya mampu bergerak dan beroperasi di ruang sempit, menekan lini pertahanan lawan secara intens dan presisi. Leão, sebaliknya, dikenal sebagai pemain sayap yang suka memanfaatkan ruang lebar, berjalan dengan kecepatan tinggi di tepi lapangan dan memanfaatkan ruang terbuka.

Menurut laporan Detik Sport, Amorim menilai profil Leão "bertentangan dengan filosofi sepak bolanya yang menuntut pemain memaksimalkan ruang sempit." Selain persoalan taktis, Leão juga disebut-sebut sebagai masalah di ruang ganti — faktor yang kian memperkuat keinginan Amorim untuk segera melepasnya.

AC Milan player training alone on pitch at dusk

Harga Jual Dipotong: Dari 60 Juta Menjadi 45 Juta Euro

Salah satu poin paling signifikan dalam perkembangan ini adalah upaya Amorim meyakinkan manajemen AC Milan untuk menurunkan valuasi Leão secara drastis. Sebelumnya, Milan mematok harga sang pemain di kisaran 50–60 juta euro. Kini, atas desakan sang pelatih, banderol itu dipangkas ke 40–45 juta euro agar transfer bisa terealisasi sebelum deadline jendela transfer.

DetailInformasi
Nama PemainRafael Leão
Usia27 tahun
PosisiPenyerang sayap kiri
Harga sebelumnya50–60 juta euro
Harga baru (target)40–45 juta euro
Pelatih yang menolakRúben Amorim
Tanggal laporan15 Agustus 2026
StatusDi luar proyek teknis Milan

Said El Mala dari Köln Jadi Target Pengganti

Dengan Leão hampir pasti pergi, AC Milan tidak tinggal diam. Menurut Yahoo Sports, Rossoneri kini mengincar Said El Mala, penyerang muda dari klub Bundesliga FC Köln, sebagai calon pengganti di lini serang. El Mala dianggap lebih sesuai dengan prinsip-prinsip permainan Amorim yang menekankan pressing intensif dan pergerakan di ruang sempit.

Langkah ini menandai restrukturisasi besar di lini depan Milan menyusul kepergian beberapa pemain kunci dalam beberapa bulan terakhir. Fans Milan kini menantikan bagaimana Amorim akan membentuk ulang skuadnya menjelang musim Serie A 2026-27.

Leão Terancam Absen di Laga Pembuka Kontra Torino

Selain tidak masuk dalam skuad pramusim melawan Manchester United, Leão kini berisiko melewatkan laga pembuka Serie A melawan Torino. Sumber dari Corriere dello Sport menyebut bahwa Amorim "tampak bertekad untuk tidak memasukkannya berdasarkan pilihan sendiri untuk sisa kampanye musim ini" — sebuah pernyataan yang mengindikasikan bahwa cedera otot hanya menjadi dalih, bukan alasan sebenarnya.

Jika kondisi ini berlanjut, Leão praktis menjadi pemain terbuang di Milan bahkan sebelum musim dimulai secara resmi. Bagi pemain yang sempat menjadi simbol kebangkitan Milan di era modern, situasi ini tentu sangat mengejutkan.

Latar Belakang: Leão dan Perjalanannya di San Siro

Rafael Leão bergabung dengan AC Milan dari Lille pada 2019 dan dengan cepat menjadi salah satu pemain paling menonjol di Italia. Ia menjadi bagian penting dari skuad Milan yang meraih gelar Scudetto pada musim 2021-22 — gelar Serie A pertama Milan dalam 11 tahun. Kemampuan driblingnya yang eksplosif, kecepatan, dan kreativitasnya membuatnya masuk radar klub-klub top Eropa selama bertahun-tahun.

Namun kedatangan Rúben Amorim — yang sebelumnya sukses besar di Sporting CP dan kemudian Manchester United — membawa perubahan pendekatan taktis yang fundamental di San Siro. Pemain-pemain yang tidak sesuai dengan visi Amorim satu per satu mulai tersingkir dari skema, dan kini giliran Leão.

Perlu dicatat, situasi di AC Milan ini terjadi di tengah berbagai pergeseran besar di sepak bola Italia. Sebelumnya, Timjani Reijnders, gelandang Milan, juga terlibat dalam spekulasi transfer besar ke Arab Saudi yang dapat dibaca di liputan kami tentang Tijjani Reijnders dan Al Qadsiah. Sementara itu, dunia sepak bola Italia juga baru saja kehilangan legenda lainnya ketika Ciro Immobile mengumumkan pensiunnya di usia 36 tahun.

Apa Selanjutnya untuk Leão dan Milan?

Jendela transfer musim panas 2026 diprediksi menutup dalam beberapa minggu ke depan. Dengan harga jual yang sudah dipangkas ke kisaran 40–45 juta euro, klub-klub dari Premier League, La Liga, maupun Ligue 1 berpotensi memanfaatkan situasi ini untuk mendatangkan Leão dengan harga lebih terjangkau dari ekspektasi semula.

Di sisi lain, AC Milan di bawah Amorim tampak siap melakukan transisi besar. Rekrutmen Said El Mala bisa menjadi sinyal awal dari filosofi baru yang akan ditanamkan sang pelatih di Giuseppe Meazza. Bagi penggemar sepak bola Italia — termasuk jutaan fans Serie A di Indonesia yang mengikuti kisah Rossoneri dengan seksama — musim 2026-27 akan menjadi babak baru yang penuh ketidakpastian sekaligus antisipasi tinggi.

Untuk pembaruan terkini seputar dunia sepak bola dan profil pesepakbola terkenal, kunjungi blog kami dan laporan eksklusif tentang para bintang sepak bola dunia.

Liputan Terkait

Liputan Terkait (Global)

Sources

Bagikan rasa suka Anda
Rizky Pratama, LifeBogger author

Rizky Pratama

Halo! Saya Rizky Pratama, penggemar sepak bola dan penulis LifeBogger untuk pembaca Indonesia. Saya menulis tentang masa kecil dan biografi para pesepak bola — menelusuri asal-usul, keluarga, dan tahun-tahun awal mereka jauh sebelum sorotan kamera datang. Bagi saya, cerita yang paling menarik selalu dimulai dari lapangan kampung, bukan dari stadion megah.

Artikel: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *